Polres Pertajam Penyelidikan Untuk Mengungkap Pelaku Penganiayaan

Lahat, jurnalsumatra.com – Kasus keributan 2 kelompok remaja yang berujung penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia (MD) yakni, DV (20) warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, kian dipertajam penyelidikan oleh Polres Lahat, guna mengungkap pelaku penganiayaan.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK MH CLA dibincangi melalui WhatsApp mengaku, saat ini anggotanya terus menggali semua informasi baik dilapangan maupun dari keterangan saksi yang ada.

“Untuk mengungkap dan menangkap para tersangka penganiayaan terhadap korban DV warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat tersebut,” katanya, Ahad (28/06/2020).

Peristiwa berdarah itu, dijelaskan Irwansyah, terjadi pada Jum’at (26/06/2020) pukul 02.20 WIB dini hari. keributan 2 kelompok remaja yang berujung pada penganiayaan membuat korban DV meninggal dunia (MD).

Menurutnya, terjadinya pertikaian dua kelompok remaja tersebut, lantaran akibat saling pandang dan ketersinggungan. karena diduga dibawah pengaruh Alkohol, sehingga, keributan yang berujung penganiayaan ini, tak terelakkan lagi.

“Dugaan kuat, keributan terjadi dikarenakan dibawah pengaruh Alkohol. dan penganiayaan tersebut terjadi di Jl Setapak pinggir Sungai Lematang Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Lahat,” tambah Kapolres Lahat.

Diakui Irwansyah, dirinya telah memerintahkan anggota agar dapat bekerja lebih ekstra lagi, dan tidak memberi ruang gerak bagi para pelaku penganiayaan.

“Akan tetapi, walaupun lebih ekstra dilapangannya, anggota tetap bekerja sesuai dengan SOP Polri. Sebab, menurut keterangan saksi saksi yang ada, sekitar 20 an orang yang melakukan penyerangan,” pungkas Kapolres Lahat.

Menurut informasi dilapangan menyebutkan, selain korban DV (20) warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, juga ada korban lainnya yang berinisial AL (20) yang merupakan warga Kelurahan Gunung Gajah Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Seputaran informasi, awalnya korban DV didatangi oleh sejumlah lelaki yang tak dikenal di TKP yang diduga tak jauh dari salah satu tempat hiburan dipinggir Sungai Lematang. Lalu, saat bertemu dengan korban DV tiba tiba sejumlah lelaki langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

Saat peristiwa terjadi, datang teman korban AL yang berusaha untuk melerai keributan tersebut. Namun, disayangkan tak diindahkan oleh para pelaku sehingga mengakibatkan AL menggalami luka sabetan ditangannya oleh sejata tajam (Sajam) milik para tersang. (Din)