Polres Raja Ampat Limpahkan Kasus Ujaran Kebencian

     Sorong, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Raja Ampat telah melimpahkan berkas kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial facebook kepada Kejaksaan Negeri Negeri Sorong untuk proses hukum lebih lanjut.
Kepala Satuan Reskrim Polres Raja Ampat AKP Bernadus Okoka, di Sorong, Selasa (22/5), mengatakan kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial oleh aparatur sipil negara (ASN) dan honorer pada Pemkab Raja Ampat telah diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Sorong.
Dia mengatakan, berkas perkara kedua tersangka tersebut sudah ditangani Kejaksaan Negeri Sorong dan telah dinyatakan lengkap untuk proses hukum lebih lanjut ke pengadilan.
Menurut dia, kedua tersangka bersama barang bukti telah dilimpahkan kepada pihak penyidik kejaksaan. Kedua tersangka kini berstatus menjadi tahanan kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

     Ia menyampaikan, proses hukum kedua tersangka berawal dari laporan masyarakat ke Polres Raja Ampat, menyusul kedua tersangka ini dalam waktu berbeda memposting kata-kata yang mengandung hate speech atau ujaran kebencian yang mengarah kepada isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di media sosial.
Kata-kata yang ditulis kedua tersangka di media sosial tersebut  dilaporkan masyarakat dan minta ditindak, sebab dianggap melakukan ujaran kebencian yang berpotensi merusak hubungan dan keharmonisan masyarakat beragama di Raja Ampat.
“Perbuatan kedua tersangka tersebut melanggar ketentuan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE terutama pasal 28 ayat (2) dan pasal 45 ayat (2), dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara ditambah denda Rp1.000.000.000,” kata dia lagi.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − five =