Polres Rejang Lebong Tingkatkan Pengawasan Napi Teroris

    Rejang Lebong, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meningkatkan pengawasan terhadap narapidana teroris yang menjalani penahanan di Lapas Klas II A Curup.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Ordiva di dampingi Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Kav Budi Wirman usai melakukan pertemuan di Mapolres Rejang Lebong, Selasa, mengatakan dua terpidana kasus teroris yang menjalani penahanan di Lapas Curup tersebut setiap waktu dimonitor oleh petugas dari Polres setempat.
“Kalau yang bersentuhan langsung adalah pihak Lapas Curup, kalau petugas kita ada yang rutin memonitornya dan selalu berkoordinasi dengan Lapas Curup,” ujarnya.
Selain melakukan pengawasan terhadap dua napi teroris yang dipindahkan dari Lapas Cabang Salemba di Mako Brimob pada 2017, pihaknya juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar patroli bersama dengan anggota TNI dari Kodim, Yonif 144 Jaya Yudha Curup serta Brimob Kompi A Polda Bengkulu.

Patroli bersama ini selain menyasar kawasan rawan tindak kejahatan baik di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumsel, juga seputaran dalam kota terutama di kawasan Lapas Klas II A Curup maupun rumah ibadah yang berada di dalam kecamatan perkotaan.
“Patroli bersama ini selain dilaksanakan bersama dengan anggota TNI dari Kodim juga ditingkat kecamatan antara Polsek dengan Koramil,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga telah membentuk tim pengamanan jalur lintas serta membuat pos dinamis yang sifatnya berpindah-pindah, dengan harapan kehadiran polisi di jalanan ini bisa meminimalisir tindak kejahatan ataupun masuknya pelaku teror ke daerah itu.
Sebelumnya Lapas Klas II A Curup pada 2017 lalu menerima pemindahan dua napi terorisme dalam program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) yang dinamakan program deradikalisasi untuk mencegah eks terpidana teroris kembali melakukan hal yang sama.
Kedua napi terorisme ini ialah Khumaedi alias Hamzah (26), yang divonis majelis hakim PN Jakarta Barat selama lima tahun penjara, karena terlibat dalam rangkaian kasus teror bom Kampung Melayu 2016 lalu dan satu lagi atas nama Feri Novendi (26) asal Surabaya, Provinsi Jawa Timur.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − six =