Polres Seruyan Jaring 261 Pelanggar Lalu Lintas

     Kuala Pembuang, Kalteng, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Seruyan, Kalimantan Tengah menjaring 261 pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh Telabang 2018 yang digelar di daerah tersebut.
“Dalam operasi yang digelar sejak 26 April 2018, kita telah menjaring sedikitnya 261 pelanggar lalu lintas, baik itu pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Seruyan AKP Wahyu Edy Priyanto di Kuala Pembuang, Selasa.
Ia menjelaskan, pengendara yang terjaring Operasi Patuh karena melanggar Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan didominasi oleh pengendara roda dua, yakni tidak memiliki atau membawa kelengkapan berkendara seperti SIM dan STNK, serta tidak dilengkapi alat keselamatan saat berkendara seperti helm.
Dari 261 pengendara yang terjaring, 190 pengendara dikenakan sanksi tilang, sedang 71 pengendara diberi sanksi berupa teguran.
“Selama operasi kita juga mencatat ada satu kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan dua orang pengendara mengalami luka ringan,” katanya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Seruyan AKP Budiono menambahkan, selama Operasi Patuh Telabang 2018, jumlah barang bukti yang diamankan berupa kendaraan roda 25 unit, SIM sebanyak 88 buah dan STNK sebanyak 102 buah.
“Jumlah tersebut kemungkinan besar bertambah hingga waktu pelaksaan operasi selesai pada 9 Mei 2018 mendatang,” katanya.
Ia berharap, tindakan tegas yang dilakukan dalam Operasi Patuh dapat memberikan efek positif serta peningkatan disiplin pengendara dalam berlalu lintas di Seruyan.
“Operasi Patuh hendaknya dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat berlalu lintas, menjadi pelopor berlalu lintas dan menjadikan budaya keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan,” katanya.
Selain itu, Operasi Patuh yang digelar setiap tahun juga dapat menekan angka kecelakaan yang berpotensi menimbulkan kerugian jiwa dan materi bagi pengendara kendaraan.
“Kita berharap masyarakat dapat lebih disiplin dalam berkendara sehingga angka kecelakaan dapat ditekan dan tidak mengalami peningkatan,” katanya.(anjas)

 

Leave a Reply