Polres Sukabumi Kota Tangkap Belasan Pelaku Kejahatan

    Sukabumi, jurnalsumatra.com – Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap 14 pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah hukumnya baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, anya dalam beberapa pekan setelah kejadian.
“14 pelaku kejahatan ini berasal dari 12 laporan yakni kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pemerasan dan tipu gelap,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto di Sukabumi, Kamis.
Modus yang dilakukan tersangka kejahatan tersebut bermacam-macam baik ada yang menjebol rumah atau toko milih warga, merampok harta korban, melakukan pemerasan hingga menghipnotis korbannya.
Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya seperri lima kuncil letter T, golok, obeng dan senjata api mainan. Untuk barang bukti hasil kejahatan yakni 10 unit sepeda motor, tiga unit telepon seluler, satu unit mesin cuci, dua cincin emas, uang tunai sekitar Rp14 juta, sofa dan lain-lain.

Menurut dia, aksi kejahatan di wilayah hukumnya cukup tinggi ini dibuktikan dengan hasil penangkapan dan banyaknya korban tindak kejahatan yang melapor.
Maka dari itu, pihaknya tidak hanya melakukan pengungkapan kasus kriminalitas saja tetapi mengantisipasi dengam menempatkan anggotanya di setiap titik wilayah hukumnya serta memberikan imbauan kepada warga agar selalu hati-hati dan waspada.
Di sisi lain, pihaknya juga merasa terbantu oleh penggiat media sosial yang kerap memberikan informasi tentang kasus kejahatan yang terjadi di wilayahnya masing-masing. Bahkan, beberapa kasus yang diungkap pihaknya juga berasal dari informasi nitizen yang menyebarkannya di media sosial.
“Untuk mengungkap dan menekan kasus kejahatan seluruh pihak harus bekerjasama baik warga, nitizen, wartawan dan aparat penegak hukum,” tambahnnya.
Susatyo mengatakan untuk pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungna penjara maksimal tujuh tahun. Kemudian kasus penipuan atau penggelapan dijerat Pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancama penjara paling lama empat tahun.
Selanjutnya, tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dijerat Pasal 365 jo Pasal 170 jo Pasal 351 KUHP dengan ancamab penjara sembilan tahun. Sementara kasus pemerasan dijerat dengan Pasal 368 KUHP yang ancaman kurungan penjara selama sembilan bulan.(anjas)

Leave a Reply