Polres Terapkan Denda Rp.500 Ribu Tidak Pakai Masker

Lahat, jurnalsumatra.com – Usai melaksanakan apel persiapan dan pelaksanaan Ops Yustisi tentang Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 37 tahun 2020, nomor 25 tahun 2020 tentang penerapan dan penegakan hukum protokol kesehatan. Kegiatan tersebut, dilaksanakan pada Rabu (16/09/2020), sekitar pukul 08.00 WIB dihalaman Mapolres Lahat.

Kapolres lahat  AKBP Ahmad Gusti Hartono SIK yang diwakili Kabag Ops Polres Lahat Kompol Sunarso SH memimpin apel pelaksanaan Ops Yustisi dalam rangka penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disiase 2019.

Dalam arahanya Kapolres Lahat  yang di sampaikan oleh Kabag Ops  memberikan maksud dan tujuan dari Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 37 Tahun 2020 dan Peraturan Bupati (Perbub) nomor 25 tahun 2020 yaitu sebagai dasar pedoman dan rujukan dalam penegakan disiplin dan pengenaan saksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan dalam rangka percepatan penanganan dan pemulihan dari pandemi covid 19.

Untuk diketahui, disampaikan Kabag Ops, pada dasarnya Pergub nomor 37 tahun 2020 dan Perbub nomor 25 tahun 2020 pelaksanaannya adalah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) masing masing wilayah Kabupaten/Kota akan tetapi, belum maksimal dilaksanakan oleh Satuan Pol-PP. oleh karena itu, Polri mempunyai inisiatif dalam bentuk Ops Yustisi untuk melaksanakan kegiatan penegakan hukum pendisiplinan covid 19.

Setelah pelaksanaan apel dilanjutkan, dengan pelaksanaan Ops Yustisi yang dipimpin langsung Kapolres Lahat AKBP Ahcmad Gusti Hartono SIK turun kelapangan dan memberikan sangsi sosial berupa memungut sampah dan menyayikan lagu indonesia raya dan pengucapan pancasila.

Dalam pelaksanaan sangsi sosial Polri menggunakan pola pendekatan dengan para pelanggar disiplin berupa memberikan alat kebersihan berupa sapu dan alat tempat sampah yang kemudian  melaksanakan pembersihan di sekitar lokasi Ops Yustisi.

Dengan metode ini di harapkan kepada masyarakat akan lebih sadar dalam hal pemakaian masker untuk mencegah dan memutus rantai penularan covid 19 khusus di wilayah hukum polres lahat.

Evaluasi dalam pelaksanaan Ops Yustisi dalam pelaksanaan Pergub dan Perbub masih banyak di temukan masyarakat dan pengguna usaha yang melanggar. Seperti, di ruko ruko tidak adanya sabun, cuci tangan, dan pengunjung toko yg tidak menggunakan masker. Maka dari itu, perlunya ketegasan dari personel untuk berani menegur pemilik toko dan pengunjung dan memberikan sangsi lebih tegas lagi.

Ops Yustisi di mulai dari tanggal 14 sampai dengan 20 september 2020, dan apabila masyarakat masih ada yg melanggar setelah adanya ops  Yustisi ini maka akan ada sangsi berikutnya berupa denda Rp. 500.000 ( lima rutus ribu rupiah).

Semoga dengan adanya Ops Yustisi dapat menekan dan memutuskan rantai penyebaran covid 19, di Kabupaten Lahat, yang mana Kabupaten Lahat saat ini telah memasuki katagori Zona Merah. (Din)