Polres Tindaklanjut Pengaduan Penerima PKH


Muba jurnalsumatra.com – Unit Tipikor Polres Musi Banyuasin menindaklanjuti pengaduan warga desa Bukit Sejahtera, Kecamatan Batang Hari Leko, Musi Banyuasin (Muba) yang mengeluhkan adanya indikasi ketidaktransparanan oknum pendamping dalam memberikan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) didesa tersebut.

Tidak hanya itu, untuk mempermudah proses pihak Tipikor juga jemput bola kelapangan dengan cara memintai keterangan satu persatu perkepala keluarga, Kamis (25/4/2019), bertempat dikantor Polsek Batang Hari Leko (BHL)

“Sebelumnya kami hanya mengadu dan menerangkan ke polisi untuk mencari kebenaran, karena ada kecurigaan, Tahap pertama kami menerima Rp 500,000,- dikasih Rp 400,000,- kedua Rp 500,000,- dikasih Rp 400,000,- sudah itu dikasih Rp 250,000,- bahkan dibulan 11 anggota kami sebanyak 86 orang itu tidak menerima sama sekali.

Kemudian menerima lagi bulan (2/2019), nah  disini ada kejanggalan seperti contoh, di  print out sebesar Rp 1.600.000,- yang disampaikan Rp 1.000.000,- dalam print out sebesar Rp 2.100.000,- dikasih Rp 1.400.000. Kita tidak tahu siapa yang mencairkan yang jelas itu, Ipar istri kades, bahkan selama satu tahun ATM yang kami kumpulkan ke pihak pendamping tidak dikembalikan, baru sekitar satu bulan ini dikembalikan, semenjak kami mengusut. ”Celoteh para ibu-ibu penerima PKH saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com.

Sementara Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE,MM melalui Kanit Tipikor Polres Muba, membenarkan adanya pengaduan warga Desa Bukit Sejahtera tentang PKH.

“Iya kita minta keterangan satu persatu perkepala keluarga. Untuk sementara ini keterangan masih bervariasi, bermacam-macam kita belum bisa mengatakan ada atau tidaknya indikasi penyelewengan karena ini baru pemerikasaan tahap pertama. Setelah ini kita baru ke pihak Bank.”Ujar Kanit saat dikonfirmasi. (Rafik elyas)