Polres Tulungagung Adakan Simulasi Pengamanan Pilkada

     Tulungagung, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur mengadakan simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) dengan mengerahkan ratusan personel di depan kantor pemkab setempat, Rabu.
Laiknya simulasi pilkada sebelumnya, prosedur pengamanan dilakukan dengan membuat skenario potensi-potensi perselisihan hingga konflik dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang memicu unjuk rasa serta kerusuhan.
Dalam simulasi itu, ketidakpuasan massa pendukung calon digambarkan “meledak” sehingga terjadi aksi unjuk rasa yang berubah ricuh.
“Kami perlu memastikan prosedur dan sistem pengamanan ketertiban bisa dilakukan sesuai protap yang ada,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar di Tulungagung.
Secara umum, simulasi itu berjalan sesuai skenario yang telah diputuskan oleh tim kepolisian, di bawah komando Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khairil.

Dalam lakon simulasi yang diperankan oleh sebagian besar aparat keamanan berpakaian preman dan seragam resmi dalmas, bentrok sempat pecah saat massa yang berunjuk rasa menjadi beringas dan mencoba menembus barikade petugas di depan kantor KPU.
Namun usaha pengunjuk rasa dari kubu pasangan calon akhirnya berhasil dimentahkan, sejumlah orang yang dianggap provokator ditangkap, dan massa dibubarkan.
“Kendati saat ini suasananya masih kondusif, kesiagaan atas munculnya berbagai kemungkinan harus tetap diantisipasi. Semoga kondisi ini berlangsung hingga berakhirnya tahapan Pilkada,” kata Kapolres Tofik Sukendar.
Kapolres menyampaikan, dalam pengamanan Pilkada yang akan dilangsungkan pada 27 Juni mendatang tidak ingin ada gangguan. “Kami tidak ingin ada gangguan keamanan pada Pilkada mendatang. Karena itu akan kami terjunkan pasukan pengamanan secara maksimal, agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara tenang dan damai,” katanya.
Disampaikan, kekuatan pasukan pengamanan pilkada mendatang berjumlah 1.458 orang.
Jumlah sebanyak itu terdiri dari kepolisian 897 personel, anggota Kodim 0807 sejumlah 461 personel, dari Batalyon 511, sebanyak 100 personel. Namun demikian, jika sewaktu-waktu diperlukan, pasukan dari Brimob Polda Jatim juga telah disiapkan.(anjas)

Leave a Reply