Polres Wondama Tangani Korupsi Dinas Lingkungan Hidup

    Wasior, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Teluk Wondama, Papua Barat menangani kasus dugaan korupsi Dinas Lingkungan Hidup di daerah tersebut.
Kapolres Teluk Wondam AKBP Mathias Kres di Wasior, Jumat, mengutarakan dugaan korupsi itu terjadi terkait dengan kegiatan Upaya  Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada 2015.
Penyidik, kata dia, telah mengantongi tiga nama yang berpeluang besar menjadi tersangka. Mereka merupakan aparatur sipil negara (ASN) di kantor dinas tersebut.
“Dari tahap awal kegiatan sudah bermasalah karena, dinas tidak melibatkan pihak ketiga,” kata dia.
Dia menjelaskan terdapat empat kegiatan yang menjadi objek penyidikan kasus iti, yakni kegiatan pemasangan instalasi pengolahan limbah (IPAL) di RSUD Teluk Wondama di Manggurai, pembuatan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sendrawoy, pembangunan pembangkit listrik tenaga disel di Manopi, serta reklamasi laut di area Pelabuhan Wasior.

    Total anggaran untuk empat paket kegiatan tersebut Rp1 miliar bersumber APBD Kabupaten Teluk Wondama pada 2015. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, diketahui empat kegiatan itu tidak dilaksanakan hingga selesai.
Audit investigasi yang dilaksanakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua Barat ditemukan kerugian keuangan negara Rp578.060.000.
“Dinas buat surat pertanggungjawaban fiktif sebesar Rp1 miliar, seolah-olah kegiatan sudah selesai 100 persen berjalan. Kita sudah periksa SPj-nya.  Sisanya sebesar 500 juta itu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia mengutarakan penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidik melaksanakan gelar perkara.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + eighteen =