Polresta Banda Aceh amankan 22,63 gram sabu-sabu

Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Satresnarkoba Polresta Banda Aceh meringkus sepuluh tersangka penyalahgunaan narkoba dan mengamankan 22,63 gram sabu-sabu serta ganja kering seberat 1,48 gram dari tangan tersangka.

  Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap di Banda Aceh Rabu mengatakan tersangka dan barang bukti tersebut diamankan di lokasi dan waktu yang berbeda.

  Ia menjelaskan polisi pertama kali berhasil meringkus dua tersangka pada Selasa (7/7) yaitu BUS (34) dan ZB (36) dan mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu dengan berat 8,51 gram.

  “Tersangka BUS ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya yakni MNZ, setelah melakukan pengembangan kembali kita berhasil meringkus ZB di rumahnya di Desa Dayah Beureueh Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie,” katanya.

  Ia mengatakan keterkaitan keduanya yakni mereka sama memesan sabu-sabu dari tersangka IK (DPO) sebanyak 25 gram dan menjual sebagian sabu-sabu tersebut kepada tersangka MNZ.

  “Terhadap tersangka BUS dan ZB dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun,” katanya.

  Selanjutnya jelas Kasat, pada Sabtu (11/7) polisi meringkus MY (28) di bantaran sungai di Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar dengan barang bukti seberat 0,80 gram.

  “Sabu-sabu tersebut ditemukan petugas sebanyak enam paket yang siap untuk dijual ke orang lain, setelah diinterogasi tersangka mendapatkan sabu dari YL yang saat ini ditetapkan sebagai DPO,” katanya.

  Ia mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dengan hukuman penjara selama 12 tahun.

  Kasat mengatakan pada hari Senin (13/7) polisi kembali meringkus SU (41) karena kepemilikan sabu seberat 3,35 gram saat berada di rumahnya di Desa Meunasah Mon Kabupaten Aceh Besar yang disimpan dalam kaleng rokok yang ia dapatkan dari tersangka AS (DPO) di Kabupaten Pidie.

  “Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” katanya.

  Pada hari yang sama, polisi juga mengamankan seorang nelayan MHD (35) dengan barang bukti sabu seberat 0,39 gram dan satu bungkusan daun ganja kering dengan berat 1,48 gram yang ia peroleh dari BD (DPO) dan sabu dari Bang DEN (DPO).

  Ia mengatakan, MHD dijerat Pasal 111 Ayat (1) dan 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

  Harahap mengatakan pada hari Selasa (14/7) polisi kembali meringkus 5 orang di sebuah rumah di Gampong Lamjame, Banda Aceh dan mengamankan barang bukti sabu seberat 9,38 gram beserta alat timbangan digital, delapan potongan pipet warna bening, pipa kaca dan tutup botol mineral berwarna biru.

  “Kelima tersangka yaitu, MA (22) warga Bireun, RM (20) warga Pidie Jaya, FJ (25) warga Pidie Jaya, RZ (21) warga Banda Aceh, dan MF (22) warga Aceh Besar,” katanya.

  Dirinya menyebutkan kelima tersangka merupakan hasil pengembangan dari tersangka MHD yang ditangkap di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh.

  Kasat menjelaskan, MA memperoleh sabu-sabu dengan cara menggadaikan sepeda motor jenis Honda Scoopy kepada MR (DPO) di Jeunieb. Saat itu MA bersama RM sekembali dari Bireuen bertemu dengan MR di kawasan Jeunieb, lalu mereka menuju ke Banda Aceh menggunakan L – 300 dan turun di depot air kawasan Batoh Banda Aceh.

  “Saat mereka sedang menggunakan narkotika jenis sabu bersama-sama di rumah tersangka FJ di Lamjame Banda Aceh polisi meringkus para tersangka,” katanya.

  Kelimanya dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan penjara selama 20 tahun.(anjas)