Polresta Tangkap Pimred Media Online Pelaku Ujaran Kebencian

Palembang. jurnalsumatra.com – Tidak ada tempat bagi pelaku ujaran kebencian dan penyebar berita hoax di Sumsel. Pelaku berprofesi sebagai Pemimpin Redaksi (pimred) media online.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara saat press conference pengungkapan tindak pidana ujaran kebencian di Polresta Palembang, Jumat (9/3/2018).

Untuk diketahui, pelaku bernama Ferry Kurniawan (50) warga Kompleks Griya Hero Abadi Kelurahan Alang-Alang Lebar (AAL) Kecamatan AAL dijemput di rumahnya pada Selasa (7/3/2018) malam lalu sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku yang juga berprofesi sebagai Pemimpin Redaksi (pimred) media online ini diciduk atas sangkaan melakukan tindak ujaran kebencian melalui akun pribadi facebook, lalu dilepas. Namun ditangkap lagi di Jakarta kemudian dibawa pulang lengkap dengan surat perintah penangkapan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara mengatakan, ini merupakan salah satu pelaku yang melakukan ujaran kebencian, penyebaran berita bohong yang mencemarkan nama baik seseorang. “Pelaku yang sebagai seorang pimred media massa pastinya sudah tau jika yang dilakukannya melanggar. Saat ini kami masih menyelidiki pihak yang menyuruh dia melakukan ini. Karena jika itu pribadi apa untungnya buat dia,” tegasnya didampingi Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB.

Dia menjelaskan, diantara yang disasar pelaku adalah Pjs. Walikota Palembang Dr Ahmad Najib yang sempat dilaporkan pelaku ke Bawaslu Sumsel lantaran diduga memihak kepada salah satu pasangam calon gubernur/wakil gubernur Sumsel. “Pelaku diancam melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 29 ayat 2 junto pasal 56 ayat 2 tentang ujuran kebencian dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Bersama tersangka berhasil pula diamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua unit hanphone dan satu unit laptop yang dipergunakan sebagai sarana melakukan tindak pidana ujaran kebencian,” paparnya.

Setelah press release dilanjutkan dengan penandantanganan deklarasi anti ujaran kebencian dan berita hoax dipimpin langsung Kapolda Sumsel. (Yanti)

Leave a Reply