Polsek Cakranegara Menangani Kasus Penggelapan Mobil Sewaan

     Mataram, jurnalsumatra.com – Aparat Kepolisian Cakranegara, Kota Mataram, menangani kasus dugaan penggelapan mobil sewaan yang dituduhkan kepada seorang warga berinisial CN (47).
Wakapolsek Cakranegara AKP Ronaldus Karurukan di Mataram, Senin, mengatakan kasusnya melibatkan pengusaha bengkel cat mobil asal Babakan, Kecamatan Sandubaya, berdasarkan kesimpulan penyelidikan.
“Dari gelar kasus yang kami lakukan, alat bukti mengarah pada peran tersangka, CN,” kata AKP Ronaldus Karurukan.
CN dalam sangkaan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, diduga telah menggadaikan tiga mobil sewaan tanpa seizin dan pengetahuan pemiliknya, Adi Surya.
Modus kejahatannya dilancarkan saat pertama menyewa satu mobil korban pada 9 September 2017. Mobil toyota Avanza yang disewanya selama satu bulan tersebut dikenakan tarif sebesar Rp5,5 juta.
Namun belum tempo satu bulan, CN datang menemui korban di tempat usaha penyewaannya di wilayah Rembiga, Kota Mataram. Kedatangannya bermaksud untuk kembali menyewa dua unit mobil tambahan selama sebulan.
Untuk dua unit mobil toyota Avanza tambahannya, korban kemudian memberikan tarif sewa yang sama seperti harga sebelumnya, Rp5,5 juta per unit.
Ketika mendekati tempo sewa mobil pertama habis, pelaku kembali menemui korban dan meminta untuk sewa seluruh mobil di perpanjang hingga bulan depan, 7 November 2017. Kesempatan itu pun dengan mudahnya diberikan oleh korban.
Namun ternyata faktor hubungan kedekatan dan kepercayaan yang sudah lama terjalin dengan baik menjadi senjata pelaku untuk melancarkan niat jahatnya.
Kecurigaan korban muncul saat tempo sewa bulan kedua sudah berakhir, tiga unit mobilnya belum juga kembali. Pelaku yang dihubungi dengan manisnya beralasan dan menjanjikan akan kembali memperpanjang sewa tiga kendaraannya hingga akhir tahun.
“Jadi karena curiga dengan alasannya, korban kemudian melapor ke polisi,” ujarnya.
Karena itu, hasil pengembangan laporan korban di lapangan, muncul indikasi bahwa pelaku telah menggadaikan tiga mobil korban dengan nilai mencapai seratus juta lebih.
CN yang telah diamankan bersama tiga mobil korban pada pekan lalu dalam keterangannya mengaku bahwa dia dengan terpaksa menjalankan modus kejahatan itu karena terdesak utang.
“Mengakunya seperti itu, karena ada utang, dia terpaksa berbuat,” ucapnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + thirteen =