Polsek Terus Perdalam Kasus Dugaan Pemerkosaan


Lahat, jurnalsumatra.com – Kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa anak Subaida (45) warga Desa Partikal Lama, Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat yang bernama Hertika Fitri Astuti (20) yang dilakukan oleh lelaki gaek, terus diperdalam jajaran Polisi Sektor (Polsek) Kikim Timur (KimTim) Kabupaten Lahat.

“Kasus tersebut, akan terus kita dalami. dan saat ini petugas masih mengumpulkan semua bukti bukti dan memanggil para saksi yang ada,” kata Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK.M.Si didampingi Kapolsek Kikim Timur AKP melalui Humas Polsek BRIPKA Dedi Wibowo.SH, Jum’at (12/4/2019).

Ia menjelaskan, terus terang untuk menangkap tersangka yang dituduhkan korban tersebut, tidak segampang membalikkan telapak tangan, butuh proses bukti bukti dan saksi pendukung.

“Namun, untuk kasus ini akan terus kita kembangkan. Karna, korban sudah diambil keterangan. Nah, petugas saat ini masih mencari saksi untuk guna diambil keterangannya,” kata Dedi.

Mungkin, untuk langkah lain sambung Dedi, dikarenakan korban maaf mentalnya sedikit cacat inilah juga yang membuat petugas sedikit kesulitan dalam membongkar kasus dugaan pemerkosaan ini.

“Memang untuk keterangan dari korban sendiri sudah kita ambil. Akan tetapi, tidak bisa langsung serta merta menangkap pelaku. Masih butuh keterangan saksi dan alat alat bukti pendukung lainnya. Agar dapat menjebloskan tersangka kedalam penjara,” imbuh Dedi, seraya menambahkan, kita berharap keluarga korban dapat bersabar. Jalan keluar akhir paling tidak bukti tes DNA itupun masih menunggu korban lahiran.

Berita sebelumnya, korban kasus dugaan pemerkosaan terhadap Hertika Fitri Astuti (20) yang dilakukan oleh lelaki Gaek yang sampai sekarang belum ditangkap oleh pihak Polsek Kikim Timur.

Korban saat ditemui wartawan di Desa Karang Endah, Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, pada Kamis (4/4/2019) kemarin sekitar pukul 14.30 WIB dikediaman pamannya mengaku, bahwa dirinya telah diperkosa oleh lelaki berinisial SP warga Desa Partikel Lama, Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat.

“Benar kak, waktu itu aku samo teman teman aku lagi mencari sayur rebung bambu dikebun,” ungkap Korban dengan sedikit linglung.

Diceritakan Subaida, awalnya putri keempatnya ini sedang mencari sayur rebung bambu dikebun milik warga bersama dua temannya Sadaria dan Linda.

“Nah, setiba dilokasi korban diduga sengaja ditinggal oleh teman temannya. Karna lokasi sepi, tiba tiba datang diduga pelaku SP ini, dan langsung menarik tangan korban kesemak belukar dan memaksa anaknya yang cacat mental itu,” kata Subaida dengan nada sedih.

Peristiwa itu, diakuinya, sejak Oktober 2018 lalu. perbuatan tidak senono yang dilakukan oleh lelaki bejat tersebut kepada putrinya itu, sebanyak tiga kali.

“Terkesan anaknya disengaja ditinggal oleh teman temannya ditengah kebun. Lalu, datang SP langsung menarik tangan korban kesemak bawa batang bambu. Lantas celana korban dilepas dan pelaku memuaskan nafsu birahinya,” ujarnya lagi.

Usai melayani nafsu pria bejat ini, kata Subaida, anaknya ditinggal begitu saja dan diberi uang sebesar Rp.10.000-,. Lalu, dua temannya bernama Sadaria dan Linda menemui anaknya dan bersama sama pulang kerumah.

“Setiap kali mencari sayur rebun dikebun putrinya sengaja ditinggal oleh teman temannya ditengah tengah kebun. Tapi, ketika hendak pulang mereka bertemu lagi dilokasi tersebut. Tak pelak, pria gaek ini kembali menarik tangan korban untuk melayani nafsu bejatnya,” terang Subaida. Seraya menambahkan, akibat perbuatan lelaki itu, kini anaknya telah mengandung lima bulan. Kasus ini sudah kami laporkan ke Polsek Kikim Timur, agar kami dapat diberikan keadilan dan pelaku dapat segera ditangkap. (Din)