Portal Dishub Dijebol Wakil Ketua III DPRD Muba

Muba, Jurnalsumatra.com -Gembok rantai dan gundukan tanah yang dijadikan portal dijalan Kapten Arifai sejak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan penertiban/ pemindahan pedagang pasar Talang Jawa beberapa waktu lalu, akhirnya dibongkar paksa oleh salah-satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muba bersama masyarakat, Selasa (5/11/2019)

Pasalnya keberadaan portal tersebut dianggap menganggu arus lalulintas dan merugikan masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan Jurnal Sumatra.com dilapangan, mendapat desakan dari masyarakat tentang penutupan jalan tersebut, H Rabik SE, yang merupakan wakil ketua III DPRD Muba, langsung mendatangi lokasi dan membuka secara paksa gembok portal menggunakan palu.

Tidak hanya itu, dengan menggunakan tangan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga membantu warga membuangkan gundukan tanah ke pinggir jalan.

“Ini perbuatan ilegal dan saya akan panggil dinas terkait untuk dimintai klarifikasi. Ini desakan masyarakat, dari pada masyarakat menyerbu rumah dinas Bupati, mendingan saya bereskan hari ini. Kalau masyarakat sudah beramai-ramai datang kesana kan malu, lagi pulah sulit untuk diatasi karena masyarakat ini banyak.”Ujar H Rabik saat dikonfirmasi.

Menurut H Rabik, penutupan jalan Kapten Arifai adalah tindakan yang keliru”” jangan jadi premanlah untuk masyarakat, jangan ditantang, diayomi. Penutupan ini tindakan yang keliru, kurang tepat, ini premanisme untuk rakyat, harusnya mereka tau ada apa dengan masyarakat. Persoalannya ini bukan hanya masyarakat pedagang, masyarakat yang diujung sana juga membutuhkan jalan ini.”Sesalnya.

H Rabik juga menegaskan, bahwa aksi warga ini tidak ada cerita soal pasar,” ini masalah hak mereka selaku warga negara untuk memanfaatkan fasilitas umum.”Tegasnnya. 

Sementara Dedi Irawan warga setempat merasa dirugikan dan tidak menerima jalan Kapten Arifai ditutup.”ini tidak ada lagi masalahnya dengan pasar, persoalan pasar sudah selesai. Ini masalah hak hak pengguna jalan. Selaku warga setempat saya merasa dirugikan dan tidak menerima jalan ini ditutup. Jika ini dibiarkan berlarut-larut bisa terjadi anarkis. Karena masyarakat disini rata-rata mempunyai usaha. “Jelas dia. 

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Musi Banyuasin H. Pathi Riduan, SE, ATD, M.M saat dikonfirmasi melalui via Whatapp mengatakan, Selaku Anggota Tim Penertiban menindaklanjuti Hasil Rapat dengan instansi terkait antara Pemda dan Polres, Kodim, Kejari disepakati bahwa: 

1. Pemindahan Pasar Talang Jawa ke Pasar Randik. 2. Sehubungan dengan adanya pembangunan Taman di depan Pendopoan, pembangunan fasilitas pejalan kaki dan Drainase banyak mobilisasi material.

3. Penutupan jalan talang Jawa yang di simpang lampu merah merupakan penutupan sementara dan akan di evaluasi bersama instansi terkait akan dibuka kembali

4. Setelah pembangunan dan Penataan di kawasan tersebut jalan A Rivai akan dibuka lagi dengan Sistem 1 arah.

“Ini belum sempat kita evaluasi sudah dibuka kembali sebanyak dua kali oleh Masyarakat. Saat ini masih banyak sekali pelanggaran pelanggaran yang melawan arus di lokasi dan rawan Lakalantas,”Terang dia. (Rafik elyas)