Potongan Besi Rel Ditemukan Dalam Parit


Lahat, jurnalsumatra.com – Diduga ketahuan saat hendak membawa batangan pipa besi Rel Kereta Api hasil curian. Lalu, disimpan pelaku didalam parit di Kelurahan Kota Negara, Kecamatan Kota Lahat, yang ditinggalkan pelaku karna kemungkinan takut kedapatan.

Potongan besi rel milik PT KAI ini ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 07.30 WIB pada Jum’at (29/3/2019), kemarin.

Awalnya potongan besi rel dengan berat puluhan kilo ini dilihat warga, lalu melapor kekantor Kelurahan Kota Negara. “Warga menemukan besi rel milik PT KAI ini yang diduga ditinggalkan oleh pelaku. Nah, sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka melapor kekantor, setelah itu, kita telp Babinsa Kamtibmas Polsek Kota Lahat,” ungkap Lurah Kota Negara, Kecamatan Kota Lahat, Rohim, Jum’at (29/3/2019), kemarin, dibincangi wartawan dilokasi penemuan.

Sementara, Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK MSi melalui Kapolsekta Lahat AKP Andriansyah didampingi BRIPKA Arman Lendra mengatakan, setelah menerima laporan dari pihak kelurahan anggotanya bergegas langsung terjun kelokasi.

“Setiba di TKP memang benar potong besi rel milik PT KAI tersebut, disnyalir memang sengaja ditinggalkan oleh pelaku pencurian,” katanya.

Menurutnya, kini potongan besi milik perusahaan Negara ini, telah diamankan dan dibawa kekantor Polsekta Lahat. “Guna untuk kepentingan penyidikan, sehingga, BB potongan besi tersebut kita amankan kekantor, seraya menggali berbagai informasi dan para saksi,” tambahnya.

Dijelaskan Arman Lendra, dari potongan besi rel penahan balas yang disimpan didalam parit ini milik PT KAI berjumlah 14 potong.

“Kalau beratnya bisa mencapai ratusan kilo. Sebab, satu potong besi ini bisa mencapi belasan kilo. BB tersebut, akan kita amankan sambil menggali berbagai informasi terkait siapa pelakunya,” pungkas Arman Lendra.

Sedangkan, Rizal selaku Perawat Jalan Rel Resot Lahat mengakui bahwa sering terjadi kecurian Besi Balas Penahan, dan sering terjadi namun baru kali ini benar terlihat ada barang yang belum atau cepat ketahuan warga.

“Aksi pencurian penahan balas rel milik kereta api ini, sudah kerap terjadi. Namun, sampai sekarang pelakunya belum juga tertangkap. Akibat, dicuri besi penahan balas menyebabkan saluran rel menjadi buntu,” tukas Rizal. (Din)