PP Aisyiyah : Selamatkan Keluarga dari Terorisme

YOGYAKARTA, jurnalsumatra.com – Peristiwa bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, yang pelakunya melibatkan perempuan dan anak-anak dalam satu keluarga membuat Pimpinan Pusat Aisyiyah prihatin.

“Itu sungguh sangat memprihatinkan dan memilukan bagi kehidupan kemanusiaan dan kebangsaan,” kata Drs Siti Noordjannah Djohantini, MM, MSi, Ketua Umum PP Aisyiyah, didampingi Dra Siti Diah Nuraini, M.PI (Sekretaris Umum), Selasa (15/5/2018).

PP Aisyiyah meminta kepada semua pihak agar tetap menjaga ketenangan, kedamaian, persaudaraan dan ketertiban. Tindakan  terorisme di Surabaya maupun tempat mana pun jangan membuat keluar besar bangsa Indonesia saling curiga dan permusuhan.

“Selamatkan institusi keluarga, pendidikan dan lingkungan di negeri ini dari terorisme dan segala bentuk kemunkaran  yang merugikan kehidupan umat manusia,” kata Noordjannah, yang juga berharap kepada elit bangsa untuk menciptakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai dan berperikehidupan utama.

Kepada jurnalis di Kantor PP Aisyiyah Jl KHA Dahlan 32 Yogyakarta, Siti Noordjannah Djohantini, mengecam keras tindakan terorisme itu sebagai perbuatan biadab, dhalim dan fasad fil-ardl atau pengrusakan di muka bumi.

Di sela-sela menyampaikan pandangan dan pernyataan sikap dari PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini — yang didampingi Ketua PWA dan Rektor Perguruan Tinggi Aisyiyah se-Indonesia — menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban beserta keluarganya, baik yang meninggal maupun luka-luka.

“Kami mengecam keras terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo serta berharap agar peristiwa mengerikan itu tidak terjadi lagi di Indonesia,” kata Noordjannah Djohantini, yang juga didampingi Ny. Aisyah, Ny Shomah Kastolani, Ny Latifah Iskandar, Ny Susilaningsih dan Ny Tri Hastuti.

Selain itu, Noordjannah Djohantini juga berharap kepada kepolisian dan pihak berwenang untuk mengusut tuntas terorisme sampai ke akarnya dengan obat, transparan dan seksama. “Sesuai dengan hukum yang berlaku serta berkhidmat untuk menyelamatkan kemanusiaan dan kehidupan bangsa,” kata Noordjannah Djohantini.

Kepada semua pihak, PP Aisyiyah juga berharap agar bersatu melawan terorisme, karena terorisme menghancurkan umat manusia dan masa depan bangsa.

Aisyiyah sangat prihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk terorisme. “Termasuk yang melibatkan institusi keluarga dan anak-anak apapun motif dan tujuannya,” tandas Noordjannah Djohantini.

Bagi Noordjannah, keluarga dan anak-anak merupakan basis kehidupan yang sangat penting dan luhur. “Karenanya jangan dikorbankan untuk kepentingan-kepentingan yang merusak kehidupan dan masa depan generasi bangsa,” papar Noordjannah Djohantini.

Pada kesempatan itu, Noordjannah berharap kepada keluarga dan anak-anak agar diselamatkan dari segala bentuk terorisme, kekerasan, anarki dan perbuatan yang dilarang agama serta merugikan hajat hidup kemanusiaan, keumatan dan kebangsaan.

PP Aisyiyah berharap kepada semua pihak agar tidak memberikan toleransi sekecil apapun terhadap segala bentuk terorisme karena merusak kehidupan.

“Bersamaan dengan itu, mari ciptakan institusi keluarga, masyarakat dan bangsa yang damai, aman, dan selamat sebagai wujud pertanggungjawaban moral dan kemanusiaan selaku hamba Allah dan khalifah di muka bumi,” kata Noordjannah.

Selain itu, Noordjannah berharap untuk jadikan agama sebagai sumber nilai utama dan mendasar dalam mewujudkan kehidupan yang luhur, bermakna dan memberi rahmat bagi semesta alam. “Dan jangan disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan apapun yang merugikan kehidupan manusia dan lingkungan,” kata Noordjannah.

Menurut Noordjannah, melibatkan anak-anak sebagai pelaku teror merupakan perbuatan dosa dan aniaya yang tidak dibenarkan oleh agama dan nilai-nilai luhur kehidupan.

“Karenanya jauhkan anak-anak dari keadaan dan perbuatan yang merusak kehidupannya seperti tindakan teror, kekerasan, intimidasi, indoktrinasi dan segala tindakan yang anarkis dan merugikan kehidupannya,” terang Noordjannah.

Aisyiyah mengajak semua pihak agar menjadikan perempuan sebagai agen perdamaian dalam membangun kehidupan bangsa yang prokedamaian, keadilan dan tegaknya nilai-nilai kemuliaan.

Peran perempuan dalam mendidik dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan keutamaan, menurut Noordjannah Djohantini, sangatlah penting. “Karenanya harus dicegah segala tindakan yang memanfaatkan perempuan untuk tindakan teror dan kekerasan agar tidak merusak tatanan kehidupan milik bersama.

Tindakan terorisme selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga merendahkan, meretakkan, meluruhkan dan nenghancurkan martabat dan kemuliaan manusia.

Untuk itu, Aisyiyah mengajak semua elemen bangsa untuk secara terus-menerus melakukan edukasi nilai-nilai keutamaan melalui keluarga, masyarakat dan institusi pendidikan. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 2 =