PPP: Pilih Calon Kepala Daerah Tidak Tercela

    Metro, Lampung, jurnalsumatra.com – Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy mengingatkan masyarakat untuk memilih calon kepala daerah yang tidak tercela khususnya dalam kasus korupsi, pidana berat, dan persoalan moral, sehingga harus menelusuri rekam jejak kandidat.
“PPP berpeaan pilihlah calon yang memiliki rekam jejak tidak tercela dalam kaca nata pemberantasan korupsi, tindak pidana berat maupun persoalan moral,” kata Romahurmuziy di Kota Metro, Provinsi Lampung, Jumat.
Dia mengatakan persoalan integritas moral seorang dan integritas dalam komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki calon kepala daerah.
Menurut dia, hal itu merupakan awal kebaikan seorang dalam memimpin sebuah daerah lima tahun kedepan sehingga dalam perlombaan atau kontestasi Pilkada tidak menggunakan politik uang.
“Kalau calon menggunakan politik uang untuk mendapatkan suara masyarakat maka dipastikan dalam periode jabatannya akan mencari cara agar uangnya kembali sehingga potensi korupsi ada di depan mata,” ujarnya.

Romy mengingatkan bahwa para calon pemimpin yang akan dipilih masyarakat dalam Pilkada, ikut menentukan nasib sebuah provinsi, kota atau kabupaten lima tahun kedepan.
Karena itu dia menilai masyarakat harus mencari tahu rekam jejak seluruh bakal calon kepala daerah yang akan dimajukan parpol.
“Diharapkan masyarakat memilih atas dasar pengetahuan bukan ketidaktahuan apalagi berdasarkan politik uang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Anggota Komisi XI DPR itu juga meminta masyarakat dan partai politik agar tidak membangun kontestasi pilkada atas dasar ujaran kebencian, saling menyudutkan antarcalon, dan saling menyudutkan.
Menurut dia, yang harus dibangun dalam kontestasi pilkada adalah membangun persaingan yang sehat, sportif, dan jujur sehingga menonjolkan konsepsional memimpin kedepan.
“Pilkada 2017 melibatkan 70 persen suara masyarakat Indonesia sehingga PPP mengimbau `masyarakat dan parpol tidak membangun kontestasi Pilkada atas dasar ujaran kebencian dan saling menyudutkan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply