Prajurit TNI Perbaiki Kerusakan Kursi Stadion Jakabaring

    Palembang, jurnalsumatra.com – Prajurit TNI Zeni Konstruksi (Zikon) 12 Kodam II Sriwijaya memperbaiki kerusakan kursi sekaligus membersihkan area Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin.
Sebanyak 40 personel TNI mendata ulang jumlah kursi penonton di tribun utara dan selatan yang mengalami kerusakan akibat ulah suporter pada pertandingan Sriwijaya FC melawan Arema FC, Minggu (21/7) sore.
Berdasarkan penghitungan, diketahui jumlah kursi rusak di tribun utara 182 buah dan di tribun selatan 191 buah, sehingga kursi yang rusak mencapai 373 buah.
Komandan Batalyon Zikon 12/KJ, Kolonel Z.C.I Herdiyana P mengatakan prajurit Kodam diturunkan setelah Panglima Kodam II Sriwijaya berkoordinasi dengan Gubernur Sumsel terkait adanya kerusakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh oknum suporter.
“Yang diturunkan ini memang prajurit kami yang biasa memperbaiki konstruksi. Kami akan menambah personel sekitar 50-75 orang agar perbaikan ini cepat selesai,” kata Herdiyana.
Ia mengatakan berdasarkan pemantauan awal dari total kursi yang terlepas, terdapat 370-an yang mengalami kerusakan parah.
“Selebihnya ada kerusakan ringan, seperti baut yang terlepas. Untuk kerusakan ringan ini bisa kami atasi, sedangkan yang rusak parah akan dilaporkan ke pemerintah, apakah harus diganti yang baru,” kata dia.
Sementara itu, di sela aktivitas perbaikan kursi penonton tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang memantau langsung ke lokasi mengatakan panitia Asian Games XVIII Provinsi Sumsel langsung bergerak cepat mengatasi persoalan ini.
Seluruh pihak terkait langsung bergerak dengan target selesai selama sepekan. “Yang masih bisa dipakai dipasang lagi. Dan, yang tidak bisa, terpaksa harus didatangkan lagi untuk diganti yang baru,” kata Alex.

       Setelah kejadian ulah oknum suporter itu, Alex memastikan seluruh venue di Jakabaring Sport City steril dari semua pertandingan sampai pelaksanaan Asian Games, 18 Agustus 2018.
Terkait pengrusakan ini, Pemerintah Provinsi menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian karena sudah masuk ke ranah pidana.
“Saya meminta ini dibedakan, tidak bisa disamakan. Urusan SFC dengan pengrusakan stadion itu berbeda, termasuk dengan suporter, karena pelaku ini oknum suporter. Tidak semua buruk, masih banyak suporter yang berprilaku baik di stadion,” kata Alex.
Sementara itu, empat orang oknum suporter pelaku pengrusakan kursi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebelumnya, oknum kelompok suporter Sriwijaya FC yang berada di tribun Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, melempar kursi penonton ke pinggir lapangan saat pertandingan tim melawan Arema FC, Sabtu sore.
Aksi puluhan suporter itu terjadi sesaat setelah gol ketiga tercipta pada babak kedua oleh Arema, sehingga mengubah kedudukan menjadi 0-3 bagi tim tuan rumah pada menit ke-76.
Suporter yang memadati tribun utara sontak melepas kursi penonton kemudian melempar ke lapangan lintasan sintetis atletik.
Aksi tak terpuji ini diperingatkan oleh panitia pertandingan melalui pengeras suara dan dihalau oleh petugas kepolisian. Bukannya, berhenti, aksi pun semakin menjadi-jadi. Larangan puluhan petugas yang berada di pinggir lapangan diabaikan oleh massa.
Akibatnya, 129 kursi bertebaran di depan tribun utara, dan 87 kursi di depan tribun selatan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − thirteen =