Presiden Ingatkan Pemimpin Jaga Kedamaian Jelang Pemilu

Surakarta, jurnalsumatra.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan para pemimpin di daerah untuk menjaga kedamaian menjelang pemilihan umum yang berlangsung setiap lima tahun.
“Ini tugas pemimpin-pemimpin di daerah dan semuanya untuk mengingatkan bahwa setiap 5 tahun sekali pasti ada pesta demokrasi,” kata Presiden Jokowi, usai menutup Rapat Pimpinan Nasional 2018 Kamar Dagang dan Industri Indonesia, di Surakarta, Rabu.
Kepala Negara menyebutkan pemilihan umum itu baik pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur maupun pemilihan presiden.
Presiden Jokowi mengatakan hal itu menanggapi adanya kasus terbunuh seseorang diduga akibat berbeda pilihan politik.
“Setiap saya berkomunikasi dengan masyarakat, ke daerah, ke kampung, desa, saya sampaikan jangan sampai karena pilihan bupati, pemilihan wali kota, gubernur, presiden berbeda pilihan, nggak sapa antartetangga, antardesa, antarmajelis taklim, itu kesalahan besar,” kata Jokowi pula.
Ia sudah menyampaikan berkali-kali bahwa tidak saling sapa saja tidak benar, apalagi sampai membunuh yang merupakan kekeliruan besar.

“Ini  tugas pemimpin-pemimpin di daerah dan semuanya untuk mengingatkan bahwa setiap 5 tahun sekali pasti ada pesta demokrasi, baik pemilihan bupati, gubernur, presiden, ini akan ada terus,” kata Presiden Jokowi lagi.
Sebelumnya, Subaidi, warga Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur meninggal setelah peluru menembus dadanya dari senjata rakitan milik Idris pada Rabu (21/11), di Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura, Jawa Timur.
Kasus Subaidi yang tertembak mati itu diduga bermula dari cekcok akibat perbedaan dukungan calon presiden atau capres di media sosial.
Peristiwa itu terjadi saat Subaidi berpapasan dengan Id yang sama-sama mengendarai motor.
“Setelah tersangka diperiksa, benar motif penembakan itu setelah cekcok di sosial media,” kata Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Frans Barung.
Frans mengatakan Subaidi sengaja menabrakkan motornya ke motor Id hingga terjatuh. Lalu, Subaidi menodongkan pisau ke arah Idris.
Namun Subaidi tiba-tiba terpeleset. Melihat kesempatan itu, Id mengeluarkan senjata api, lalu menembakkan pistol itu ke dada kiri Subaidi.(anjas)

Leave a Reply