Press Conference Kasus Pembunuhan Polres Tanah Datar

Tanahdatar, Sumbar, Jurnalsumatra.com – Telah terjadi Pembunuhan TKP bertempat di Parak Kijok Koto Alam Nagari Padang Ganting Kecamatan Padang Ganting Tanah Datar, pada hari Minggu (19/01/2020), sekira pukul 09.00 Wib.

Korban Atas Nama Osarao Gea Pgl. Pendi, 30th, Pekerjaan Tani, Suku Nias, Alamat Koto Alam. Sedsngkan pelaku bernama 

Amboli laia pgl anto (24), suku Laia, Alamat Pangkalan Kerinci Riau

Kapolres Tanah Datar AKBP Rikhmad Hari Purnomo.,S.I.K.,M.S.i membenarkan telah terjadinya pembunuhan di Padang Ganting, dengan kronologis kejadian sebagai berikut : 

Bahwa menurut informasi dari istru korban An.Dili, (23th), Suku Nias, Pekerjaan Tani, Alamat Koto alam Kecamatan Padang Ganting.

Mengatakan bahwa pada usia sekitar 13 tahun anak saya Pgl. Misi ( Istri  Pelaku ) sudah berpisah dengan saya. Setelah sekian lama berpisah dengan saya maka Missi mencari saya lewat FB dan mengetahui posisi saya di Padang Ganting dan menemui saya.

Selanjutnya informasi dari TSK bahwa istri tsk An. nismawati, lahir 2003, marga jai, Alamat Pangkalan Kerinci Riau

Kelas 6 SD sudah hamil di bawa pergi Tersangka ke krinci pekanbaru kemudian bekerja di Pt Akasia.

Keberadaan ibu dsri istri tsk Di padang ganting saya ketahui dari FB  ( andri jai )

Saya sudah 2 minggu di padang ganting.

Amboli laia pgl anto bunuh mertua karena korban ingin membunuh saya..

Karena pelaku tidak memenuhi jujuran ( mahar ) sebanyak 20jt..

Padahal dahulu sudah dibayar 15jt sama satu ekor babi oleh tsk.

Istri tsk dulu di culik sama lelaki lain, oleh ahma sabari ayah penculik  tsb dikasihkan sama tsk, sekitar 2 tahun lebih setelah nikah tsk punya anak, kemudian istri tsk di teloon oleh mertua cewek  untuk menemuinya di Padang Ganting.

Sebelum pelaku datang ke padang Ganting pelaku pernah menelpon. Tetapi  mertua orang tua laki laki ( korban ) meminta uang sejumlah 20 jt kepada pelaku kalau tidak pelaku tidak boleh bawa anaknya  kembali ke Pangkalan kerinci Riau

Sebelum pelaku membunuh, pelaku tidak menyangka Mertua laki laki pelaku berjalan kearah pelaku dengan membawa parang kemudian korban melihat pelaku dan menghampiri pelaku, dan pelaku langsung di tikam dengan tombak namun tidak kena dan tombak tersebut direbut oleh pelaku, kemudian korban mencoba mencabut parang namun tidak sempat dan pelaku bilang sama korban. Pelaku  datang kesini untuk membawa anak dan istri pelaku. kemudian korban merebut tombak yg pelaku pegang namun tidak dapat dan pelaku langsung menusuk dadanya sampai tembus. Kemudian korban berbalik arah dan berteriak minta tolong dan pelaku tombak lagi dari belakang beberapa kali.

Pelaku membunuh dengan menusuk Pakai tombak kemudian pelaku menuju bedeng bertemu dengan ibu mertua, adik mertua dan  anak istri, kemudian pelaku mengikat ibu mertua dan adiknya di pondok tersebut supaya diam. Lalu pelaku  lari menuju semak semak bersama anak dan istri pelaku. Sehingga sampai di sulit air Kabupaten Solok sekira jam 19.00 Malam, Lalu pelaku menanyakan kepada warga jikalau ada travel menuju pangkalan kerinci, ternyata ada, Dan pelaku naik travel bersama anak istri.

Kapolres melanjutkan, Setelah dilakukan Pengembangan Informasi dari Masyarakat didapat keterangan bahwa  Tersangka bersama anak istrinya menaiki Mobil Travel Gran Max Warna Putih Nopol BM 1421 ZC dari Sulit Air Kab. Solok menuju Pangkalan Kerinci. Selanjuynya kami lakukan pengintaian ditempat yangakan dilalui Travel tersebut. Dan kami lakukan razia di depan Rumah Makan Angin Berembus Ombilin. Ternyata tersangka bersama istri dan anaknya berada diatas mobil tersebut.

Penangkapan di Pimpin oleh Kapolres TD langsung di Rumah Makan Angin Berhembus hari senin tgl 20 Januari 2020 jam 00.50 wib. Selanjutnya tersangka di Bawa ke Mapolres untuk Pemeriksaan lebih lanjut. Tesangka dikenakan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara.(Myt)