Prestasi Taekwondo UAD Yogyakarta Makin Meningkat

Yogyakarta , jurnalsumatra.com –  Setelah dilatih sambeum Kholid Wahyudi dan dibantu Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tae Kwon Do Fitriadi Nur Al Fakhri, tim Tae Kwon Do Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil meraih prestasi di Kejuaraan Piala Rektor UPN Surabaya 2018 dan Walikota Cup Yogyakarta 2018. Dan, terakhir meraih kejurnas open Makzom Cup Tae Kwon Do Championship 2018.

Dalam Makzom Cup Tae Kwon Do Championship 2018 yang digelar di GOR Grogol Jakarta Barat pada 22-23 Desember 2018 lalu, merupakan pertandingan Tae Kwon Do tingkat nasional. “Karena diikuti dari berbagai daerah di penjuru nusantara,” kata Kholid Wahyudi kepada wartawan di Kampus 1 UAD Jl Kapas Yogyakarta, Jum’at (11/1/2019), yang menambahkan cabang yang dipertandingkan adalah kyorugi dan poomsae.

Pada kesempatan itu, 1 orang manajer, 3 orang coach dan 2 orang official/medis membantu tim Tae Kwon Do UAD sebanyak 21 orang atlet dalam cabang kyorugi dan poomsae pada setiap nomor yang dilombakan, yang diikuti 1.000 orang atlet dari seluruh Indonesia.

Pembina UKM Taekwondo Dr. Hadi Suyono, M.Psi, yang didampingi Danang Sukantar M.Pd (Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD) merasa bangga karena selalu ada mahasiswa yang berprestasi dalam kejuaraan.

“Ini patut diapresiasi karena menjadi kebanggaan tersendiri bagi UAD,” kata Hadi Suyono.

Persiapan Tae Kwon Do UAD dalam menghadapi kejuaraan Makzom Cup dengan total pertandingan 500 partai dilakukan 3 bulan sebelum pertandingan. Dan banyak program latihan yang diberikan pelatih Kholid Wahyudi serta arahan pembimbing Hadi Suyono.

Ditambahkan Hadi Suyono, berbagai program telah dilakukan Tae Kwon Do UAD, meliputi latihan fisik dan pelenturan badan setiap hari pukul 18.00-21.00 WIB. “Hal itu guna menjaga elestabilitas tubuh dan juga power tubuh,” kata Hadi Suyono, yang menjelaskan UAD berhasil meraih 11 medali emas, 2 perak dan 8 perunggu.

Bagi Hadi, apa yang diraih tim Tae Kwon Do UAD merupakan berkah. “Karena bisa bertanding dengan kompetitor yang dahsyat dan memiliki pengalaman bertanding,” kata Hadi Suyono, yang menerangkan kompetitor itu di antaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tasikmalaya.

Menurut Wakil Rektor III Dr Abdul Fadlil, MT, UAD Yogyakarta memberikan fasilitas bagi mahasiswa untuk meraih prestasi. “Salah satunya melalui UKM Tae Kwon Do,” tandas Abdul Fadlil.

Mengikuti UKM ini, bagi Wakil Rektor III UAD Abdul Fadlil, akan meningkatkan softskill mahasiswa. “Sebab, dalam Tae Kwon Do mahasiswa dilatih untuk berjuang keras dan berkompetisi,” kata Abdul Fadlil, yang berharap target selanjutnya bisa ikut kejuaraan internasional.

Tahap selanjutnya akan berlatih lebih keras agar bisa mengikuti kejuaraan yang digelar negara Asean: Thailand dan Malaysia.

Untuk itu, UKM Tae Kwon Do akan terus eksis dan diminati anggota dengan meraih prestasi. “Agar hal itu menjadi magnet bagi mahasiswa baru untuk ikut UKM Tae Kwon Do,” papar Dr Abdul Fadlil, MT.

Semua mahasiswa UAD Yogyakarta, menurut Abdul Fadlil, mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan penalaran dan minat bakat. “Ada banyak UKM yang tersedia bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuannya,” terang Abdul Fadlil.

Pihak kampus UAD Yogyakarta selalu mendorong dan membina semua bakat mahasiswa serta minat untuk bisa berprestasi. Dana, sarana dan prasarana disediakan UAD Yogyakarta agar mahasiswa bisa berkembang maksimal sesuai bakat dan minatnya.

Ke depan, pembinaan perlu dibangun melalui fisik, spirit dan motivasi agar 200 orang anggota nyaman mengikuti UKM Tae Kwon Do.

Di sisi lain, Fitriadi Nur Al Fikri, mengungkapkan, prestasi yang diraih ini tentu bermanfaat bagi mahasiswa dan UAD.

Bagi mahasiswa, prestasi itu akan menambah surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Bagi UAD, bisa meningkatkan peringkat perguruan tinggi dalam pemeringkatan yang dilakukan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Tahun 2017 UAD Yogyakarta berada pada peringkat 232, tahun 2018 berada di peringkat 58, sementara tahun 2019 ini target masuk 25 besar.

Prestasi akademik mahasiswa, seperti disampaikan Danang Sukantar M.Pd, Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD Yogyakarta, perlu dijaga. “Agar mahasiswa tetap bisa membagi waktu sebaik-baiknya sehingga memiliki hardskill dan softskill,” kata Danang Sukantar.

Selain itu, ada program beasiswa untuk mahasiswa melalui jalur prestasi sains dan olahraga. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =