Produsen Nakal Masih Gentanyangan Pasok Bahan Makanan Berformalin

Palembang, jurnalsumatra.com – Balai Besar POM Palembang, terus berpacu ditengah wabah Covid-19 untuk memutus mata rantai produsen nakal, yang kerap memanfaatkan bulan suci ramadahan memasok bahan makanan mengandung bahan berbahaya.

Pelaksana tugas (Plt) Balai Besar POM Palembang Arofah Nurfahmi mengatakan, mie basah, dan kwitiau menjadi langganan tetap setiap di bulan suci Ramadhan menjadi temuan pihaknya yang dijual produsen di pasar pasar tradisional mengandung formalin.

“Dari 22 sample makanan yang kita ambil di pasar tradisional Kebon Semai Sekip Pangkal, ada satu fositif mengandung formalin, yakni Kwitiau,” katanya, Kamis (30/4/2020) saat mendampingi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mensosialisasi belanja online kepada pedagang dan pembeli dipasar tersebut.

Mie basah juga, katanya,di bulan suci Ramadhan ini, lagi lagi ditemukan mengandung bahan formalin di pasar -pasar lainnya.

“Meski ditengah pandemic ini,kita akan tetap seperti biasa melakukan pemantaun penjualan bahan bahan makanan,” tegasnya lagi.

Terlebih bahan makanan yang tidak memiliki izin edar, makanan yang sudah rusak, katanya paling banyak ditemukan saat menjelang hari raya nanti,lantaran tingginya animo masyarakat untuk berbelanja, dimanfaatkan produsen nakal mengeluarkan produk mereka ditengah tingginya kebutuhan masyarakat.

“Sedangkan untuk makanan buka puasa kita tidak turun lagi pasar, melainkan kita melakukan pembelian secara online, makanan yang dibeli secara online kita uji di laboratorium kita,” tegasnya.

Nah, diakuinya, memang tidak seperti bulan Ramadhan di tahun tahun sebelumnya, pasar beduk atau dadakan sangat mudah dijumpai, ditengah wabah Virus Corona ini, meski tidak seramai pasar beduk tahun tahun sebelumnya, namun pihaknya masih menjumpai adanya pasar pasar tersebut.

“Kita tetap kerja sama dengan (KIE) Komunikasi Informasi Eduaksi dari KIE ini mobil keliling kita akan mendatangi dan melakukan uji makanan ditempat,” tegasnya.

Pedagang yang kedapatan menjual makanan mengandung formalin ini, katanya, saat ini pihaknya hanya baru melakukan teguran dan pembinaan.

“Yang kita incar itu pabrik pembuatannya,kalua pedagang kecilnya hanya kita berikan teguran,” tegasnya.(rlls)