Produsen Obat Injeksi Berinvestasi Triliunan Di Bekasi

    Cikarang, Bekasi, jurnalsumatra.com – PT Ethica Industri Farmasi menanamkan investasi senilai Rp1 triliun untuk memproduksi obat injeksi berkapasitas besar di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Pabrik ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam merealisasikan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi obat injeksi utama bagi pasar Asia, Australia dan berbagai pasar lainnya di dunia,” kata Fresenius Kabi Board Member & President Region Asia PT Ethica Gerrit Steen saat peresmian pabrik obat injeksi PT Ethica Industri Farmasi di Jalan Science Timur 2, Kawasan Industri Jababeka V Kavling B1B1, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis.
Menurut dia, investasi itu digelontorkan untuk kebutuhan pembangunan fisik pabrik di atas lahan seluas 4,3 hektare, instalasi produksi hingga rekrumen karyawan sebanyak 300 orang.
Pabrik baru PT Ethica Industri Farmasi kali ini merupakan hasil joint venture antara Fresenius Kabi AG dan Soho Global Health.
Adapun jenis obat injeksi yang dihasilkan dalam bentuk ampul maupun vial menggunakan teknologi aseptik dan sterilisasi akhir.
“Dengan pabrik ini, kami akan mampu menyediakan akses kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia dengan beragam pilihan obat injeksi bagi penyakir kritis dan kronis,” katanya.
Produk obat injeksi yang dihasilkan juga akan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pasar di Asia dan Australia.

    Agenda peresmian pabrik baru itu dilakukan oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato serta jajaran direksi PT Ethica Industri Farmasi.
President Direktur PT Ethica Industri Farmasi Indrawati Taurus menambahkan pihaknya tengah berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai upaya menyediakan produk kesehatan yang berkualitas global dan terjangkau bagi masyarakat.
“Untuk produk farmasi di pasar Asia dan kontribusi terhadap perkembangan industri obat injeksi rata-rata tumbuh sebesar 11 persen per tahun,” katanya.
Pada 2016, kata dia, pabrik produksi baru PT Ethica telah mendapatkan izin industri farmasi dari Kemenkes dan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pabrik tersebut mulai beroperasional secara komersil sejak awal Oktober 2017.
Pusat inovasi dan pengembangan produk juga telah dibentuk untuk pengembangan produk obat injeksi yang lebih beragam dengan formula terbaru.
Indrawati mengatakan pihaknya saat ini menyediakan lebih dari 20 jenis produk obat injeksi, antara lain yang biasa digunakan dalam perawatan ginekologi, anestesi dan perawatan pasien kritis yang telah dipasarkan di Indonesia.
PT Ethica juga berencana meningkatkan kapasitas produksinya hingga tiga kali lipat untuk kegiatan ekspor ke berbagai negara seperti Hong Kong, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Australia.(anjas)

Leave a Reply