Program #1emas1perpustakaan Bentuk Perayaan Kemenangan Asian Games

Medan, jurnalsumatra.com – Program #1Emas1Perpustakaan yang dibuat oleh badan filantropi Tanoto Foundation merupakan bentuk perayaan atas kemenangan Indonesia di Asian Games.
Global CEO Tanoto Foundation Satrio Tanudjojo, Jumat di Medan mengatakan, melalui program tersebut pihaknya akan mengembangkan dan membantu perpustakaan sekolah yang telah menjadi mitra mereka.
“Indonesia telah berhasil meraih 31 emas pada ajang Asian Games 2018, maka kami akan mengembangkan 31 perpustakaan sekolah,” kata Satrio saat meresmikan perpustaakan kedua dari program #1Emas1Perpustakaan di SD Airlangga Medan, Sumatera Utara.
Dia mengatakan bantuan yang diberikan Tanoto Foundation berupa perbaikan perpustakaan, penambahan koleksi buku dan penggunaan perpustakaan.
“Anak-anak Indonesia kurang suka ke perpustakaan karena perpustakaannya seram. Di sini kami membantu memperbaiki perpustakaan agar menjadi tempat yang nyaman untuk mereka bermain dan belajar,” kata Satrio.
Perpustakaan di SD Airlangga yang telah mendapat bantuan, memang terlihat lebih cerah dan bewarna. Lantainya dilapisi karpet, rak-rak buku yang digunakan juga bewarna-warni.
Selain itu ada juga poster-poster yang menunjang proses belajar di perpustakaan.
Buku-buku bacaan yang diberikan adalah buku bacaan yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Untuk menghargai para atlet berprestasi di Asian Games 2018, perpustakaan tersebut pun diberi nama-nama atlet. Di SD Airlangga, perpustakaan tersebut diberi nama atlet peraih emas cabang olahraga paralayang Jafro Megawanto.

Dengan perpustakaan yang nyaman, diharapkan akan meningkatkan minat baca para siswa. Satrio mengatakan dipilihnya program untuk pengembangan perpustakaan karena minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah.
Menurut Riset World’s Most Literate Nation 2016, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei dalam hal budaya baca.
Sementara menurut riset UNESCO 2011 hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang rajin membaca.
Dua atlet Asian Games Jafro Megawanto dan atelet panahan Diananda Choirunusa juga hadir dalam peresmian tersebut.
Mereka merasa senang dapat ikut mendorong menumbuhkan minat baca kepada anak-anak sekolah.
“Saya percaya semakin tinggj tingkat literasi siswa dan juga semangat mereka bekerja keras maka semakin besar peluang mereka menggapai cita-cita,” kata dia.
Sementara itu Deputi Direktur Tim Indonesia Jefry Akbar mengatakan program tersebut telah memberikan pemahaman tentang pahlawan baru yaitu para atlet.
“Dengan menjadikan nama-nama atlet sebagai nama perpustakaan  mereka akan mengenalnya, kemudian dapat membangkitkan semangat anak muda untuk mencapai cita-citanya,” kata dia.
Program tersebut akan diterapkan di tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Jambi dan Kepulauan Riau. Tanoto Foundation menargetkan 31 perpustakaan sekolah yang dibantu akan selesai pada awal 2019.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + thirteen =