Program TMMD Di Pandeglang Bangun Sarana Keagamaan

     Pandeglang, jurnalsumatra.com – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dapat membangun sarana keagamaan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
   “Kami berharap program TMMD itu dipadukan dengan sarana keagamaan,” kata Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono saat dihubungi di Pandeglang, Selasa.
   Selama ini, program TMMD sangat dirasakan masyarakat dengan direalisasikannya pembangunan fisik sehingga menunjang perekonomian masyarakat.
   Namun, pihaknya tahun ini program TMMD dipadukan dengan pembangunan sarana keagamaan.
   Apalagi, masyarakat Kabupaten Pandeglang sangat relegius terhadap ajaran Islam.
   Karena itu, pembangunan sarana keagamaan, seperti masjid, musalha, pondok pesantren, madrasah diniyah  dan majelis ta’lim.
   Sebab, sarana keagamaan dapat memberikan penanaman ideologi positif di bidang kerukunana antarumat beragama juga mempersatukan umat beragama.
   “Saya yakin pembangunan keagamaan itu dapat mencegah hoaks, ujar kebencian dan penyebaran isu SARA yang saat ini berkembang di masyarakat dan memecahbelah persatuan,” katanya menjelaskan.
   Asisten Teritorial Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari mengatakan program TMMD ke-104 dapat mendukung percepatan pembangunan daerah.
   TNI menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan, Polri, Pemda, dan Kementerian.
   Program TMMD tahun ini dengan tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat dan Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Berenegara dalam mewujudkan Ketahanan Nasional”.
   “Kita akan dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 26 Februari sampai 27 Maret 2019 dengan menerjunkan 50 Satgas yang terdiri dari personel TNI, Polri, Kementerian, dan Lembaga Pendidikan dan Masyarakat tersebar di 50 kabupaten/kota, 52 kecamatan dan 82 desa,” katanya.(anjas)

Leave a Reply