PSU Pilgub Terancam Kandas

Kayuagung, OKI, Sumsel, jurnalsumatra.com – Karena tidak adanya laporan dugaan kecurangan Pilgub Sumsel periode 2018-2023 di Kabupaten OKI, tuntutan massa di depan kantor Panwaslu OKI, Jum’at (6/7) yang meminta pemungutan suara ulang (PSU) terancam kandas.

Ketua Panwaslu OKI M Fahruddin SH didampingi komisioner lainnya Hadi Irawan SHI dan Ihsan Hamisi SAg kemarin tak menampik potensi kandasnya tuntutan PSU yang diajukan massa lebih kurang 100 orang itu.

“Kami sudah membuka posko pengaduan dugaan pelanggaran Pilkada di setiap Panwascam se-OKI, namun belum ada laporan yang masuk tentang dugaan pelanggaran/kecurangan Pilkada serentak di OKI khususnya, Pilgub Sumsel,”urai Fahruddin.

Katanya pula, bila ada laporan dugaan pelanggaran pihaknya akan memproses di Gakkumdu asalkan memenuhi syarat seperti saksi dan bukti. Bila mengarah ke pelanggaran hukum maka akan diteruskan ke kepolisian dan bila pelanggaran administrasi maka diteruskan ke KPU.

“Untuk Pilkada Gubernur & Wagub, kami belum menerima laporan dugaan pelanggaran baik yang melapor langsung ke Panwascam maupun ke Panwaslu OKI,”ujar dia yang tak menampik setiap Pilkada pasti ada potensi pelanggaran.

Sahreza selaku Koordinator Aksi massa mengatasnamakan Persatuan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pilkada mengatakan, pihaknya meminta Panwaslu OKI mengeluarkan rekomendasi PSU Pilgub Sumsel dan menerima laporan mereka terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU OKI.

“Dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU itu yakni penetapan DPT yang bermasalah. Adanya dugaan money politic pada Pilgub sehingga menghasilkan gubernur dan Wagub dari proses yang diduga penuh permasalahan,”terangnya.

Kata dia pula, unjukrasa menuntut Panwaslu merekomendasikan PSU bukan saja dilakukan di Kabupaten OKI. “Hari ini juga dilakukan serentak di Banyuasin dan Palembang,”sambungnya.(ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 15 =