PT Artha Prigel Terancam Gulung Tikar

Lahat, jurnalsumatra.com – Pasca insiden berdarah yang terjadi pada Sabtu (21/03/2020) pukul 08.30 WIB antara karyawan PT Artha Prigel VS warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, terus disoroti dari berbagai pihak.

Tak terkecuali para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat. Terbukti, pada Selasa (24/03/2020) para anggota dewan melakukan rapat dengan pendapat (RDP) diruang Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Lahat.

Bentrok yang terjadi, karena adanya klaim lahan PT Artha Prigel seluas 180 hektar oleh masyarakat Desa Pagar Batu yang menganggap Lahan tersebut, belum pernah dilakukan ganti rugi.

Permasalahan yang sudah menahun ini, membuat Politisi dari Partai Gerindra dari daerah pemilihan (Dapil) H Nopran Marjani SPd angkat bicara dan menggelar rapat dengar pendapat.

“Benar, kita sudah melaksanakan rapat dengar pendapat diruang gabungan Komisi DPRD Kabupaten Lahat. Dari rapat tersebut terungkaplah 8 poin,” tegas H Nopran Marjani.

Selain berjalan dengan lancar, kata Nopran, dihasilkan ada 8 poin dalam rapat dan kesimpulan rapat ditingkatkan menjadi rekomendasi kepada Pemerintahan Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat.

“Nah, dari 8 poin yang ada, salah satunya adalah agar pihak Arta Prigel harus menghentikan segala aktivitas. Kami juga sangat kecewa dan menyayangkan pihak Perusahaan tidak ikut hadir dalam pertemuan rapat ini,” tambahnya.

Tidak itu saja, sambung H Nopran Marjani, dari hasil RDP, pihaknya juga memintak kepada pihak Kepolisian dapat mengusut secara tuntas atas insiden yang terjadi PT Artha Prigel VS warga Desa Pagar Batu, sampai berujung menelan dua korban jiwa.

Berita sebelumnya, peristiwa berdarah ini terjadi awalnya tiba tiba datang sekitar 60 warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, dan melakukan pengusiran terhadap karyawan dan scurity PT Artha Prigel dengan cara melempari batu dan mengejar.

Dalam aksi kejar kejaran tersebut, terjadilah bentrok dan mengakibatkan 2 orang warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Lahat meninggal dunia, dan 3 orangnya lagi mengalami luka. Dari RDP Gabungan Komisi DPRD Lahat, tidak menutup kemungkinan PT Artha Prigel terancam gulung tikar. (Din)