PT. Muba Sarana Perlu Dipertanyakan

Muba, jurnalsumatra.com – PT. Muba Sarana merupakan perusahaan milik daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang beralamat di lantai dua gedung Petro Muba Sekayu. 

Ahir-ahir ini perusahaan plat merah itu menimbulkan pertanyaan dari berbagai kalangan. Pasalnya PT. Muba Sarana membuat kesepakatan dengan pihak perusahaan Batu Bara dalam perbaikan atas kerusakan jalan simpang Beruge – Macang Sakti. Dalam kerjasama itu pun Muba Sarana menyanggupi untuk memperbaiki kerusakan pada enam titik dan perawatan jalan itu untuk jangka panjang.

“Kemudian dari pihak perusahaan Batu Bara mengeluarkan dana sebesar Rp. 600 juta untuk perbaikan enam titik kerusakan ditambah uang koordinasi sebesar Rp. 400 juta kemudian setiap mobil angkutan batu bara di pungut Rp. 50.000 / mobil untuk biaya perawatan jalan secara rutin.”Kata sumber yang minta namanya dirahasiakan dalam pemberitaan ini saat dibincangi wartawan melalui via hendpone, Jumat (05/06/20).

Lebih lanjut sumber tersebut, mengatakan kalau dana besaran itu diserahkan lansung oleh pihak Houling batu bara ke PT. Muba Sarana yang diduga ke rekening pribadi direktur Muba Sarana bukan ke rekening perusahaan PT. Muba Sarana dan ini tentunya menjadi pertanyaan,”katanya.

Direktur PT. Muba Sarana H. Mohd Daud HD begitu di konfirmasi lewat pesan singkat Washap nya mengatakan” terkait dengan penanggulan perbaikan jalan dan koordinasi lapangan dapat kami jelas kan sebagai berikut: bahwa terjadi kerusakan jalan.beruge-macan sakti sangat parah. Sehingga perlu penanganan serius untuk perbaikan, maka diadakan rapat koordinasi pengguna jalan dan instansi terkait dan kesimpulan rapat perbaikan jalan segera diperbaiki agar transportasi lancar, menunjuk perusda Muba Sarana untuk mengkawal dilapangan.

Daud juga mengaku setelah menghitung
kebutuhan biaya terdapat Rp. 600 juta pada 6 titik kerusakan jalan itu kemudian diadakan rapat dengan houling terjadi kesepakatan Rp. 600 juta untuk  penanganan segera dan pemeliharaan rutin dihimpun Rp. 50. 000. per mobil juga sudah ada kesepakatannya.

Lebih lanjut dia menambakan dengan Rp.200 juta, masing-masing Houling berarri Rp. 400 juta itu biaya koordinasi lokal termasuk penyiraman, ini juga sudah ada kesepakatan pihak perusahaan yang selama ini mereka lakukan karena setiap masyarakat perlu keamanan dan kenyamanan dan itupun sudah ada kesepakatan bersama dengan pihak perusahaan, “Ujarnya.

Selain itu, Daut menjelaskan kalau Kondisi ini akibat hujan terus menerus terjadi dan pekerjaan belum selesai mobil pengangkut batu bara  masih tetap jalan.”Untuk penanggulangan jalan itu menjadi tanggung jawab perusahaan kembali.”Jelas dia. 

Daut juga mengatakan kalau PT. Muba Sarana BUMD plat merah, tidak mungkin untuk kong klingkong, besok akan ada perintah penyetopan jalan, sebelum diperbaiki secara optimal,” tutupnya.

Sementara HRD PT Astaka Dodol Jhon saat dikonfirmasi melalui via henpone menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak Muba Sarana dan kami dari Perusahaan PT. ASTAKA DODOL sudah melakukan kerjasama dengan pihak Muba Sarana dalam hal transportasi kelancaran angkutan batu bara melalui jalan Kabupaten.” Jelas dia. 

Terpisah, kepala Dinas PU.PR Muba Herman Mayori DT.MT mengatakan, bahwa perbaikan jalan Macang Sakti itu merupakan bentuk kerjasama Muba Sarana dengan pihak perusahaan dan kami dari Dinas PUPR hanya sebatas  pelaksana kerja dilapangan yang sipatnya membantu baik alat berat pekerja itu dari kami dan masala biaya itu semua tanggung jawab Muba Sarana.

“Sebelumnya sudah disepakati pada saat kami kerja jangan  jalan dulu semua mobil Batu Bara kalaupun mau lewat pada malam hari saja mulai pukul 17. 00.wib. sore sampai jam 7 pagi tapi kenyataannya mobil Batu Bara masih terus lewat pada siang hari dengan jumlah yang cukup banyak kerusakanpun tidak dapat teratasi dengan maksimal.

Kemarin sudah saya lapor bupati kini baru rapat dengan SEKDA kami dari PUPR tidak mau di salahkan, matrial yang sudah ada di lapangan telah kami ampar,” Jelas Mayori. (Rafik elyas).