Puel Ekspresikan Penghormatan Emosional Untuk Pemilik Leicester Vichai

London, jurnalsumatra.com – Manajer Leicester City Claude Puel mengekspresikan penghormatannya yang emosional untuk pemilik klub Vichai Srivaddhanaprabha dalam konferensi pers pertamanya, Kamis, sejak taipan asal Thailand itu tewas dalam kecelakaan helikopter.
Vichai adalah salah satu dari lima orang yang tewas dalam kecelakaan di dekat Stadion King Power setelah pertandingan liga terakhir Leicester pada Sabtu.
Dua orang stafnya, Nursara Suknamai dan Kaveporn Punpare, pilot Eric Swaffer dan penumpang lainnya, Izabela Roza Lechowicz, ikut tewas dalam kecelakaan itu.
Miliarder Thailand, Vichai, membeli Leicester pada tahun 2010 dan tim itu terus mengejutkan dunia sepak bola dengan memenangkan gelar Liga Inggris pada tahun 2016.
Pemakamannya akan dimulai di Thailand pada Sabtu, hari yang sama saat Leicester mengunjungi Cardiff City di Liga Inggris dalam pertandingan pertama mereka sejak tragedi itu.
“Ini tidak diragukan lagi menjadi salah satu minggu tersulit dalam sejarah klub sepak bola ini, kehilangan lima nyawa secara tragis telah membuat kami mati rasa dan terkejut,” kata Puel pada konferensi pers mingguannya.
“Pikiran kami masih bersama dengan keluarga Vichai Srivaddhanaprabha dan dengan semua keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai. Vichai membuat Leicester City menjadi satu keluarga dan meraih mimpi. Dia berinvestasi di klub, kota dan banyak orang.

“Dia benar-benar dicintai oleh semua orang di dalam dan di luar klub. Secara pribadi itu adalah hak istimewa bisa bekerja untuk dia … Dia meninggalkan warisan dan visinya bagi klub kami untuk melangkah ke depan. Saya tidak pernah merasa lebih bangga menjadi manajer di klub ini.”
Puel mengatakan, pemain Leicester turut hancur oleh kecelakaan itu dan tim ingin menghormati ketua mereka di lapangan melawan Cardiff.
“Permainan ini tidak penting, hasilnya tidak penting,” tambah manajer. “Keinginan kami, tindakan kami, untuk memberikan yang terbaik di lapangan, untuk menghormati ketua kami adalah hal yang paling penting.
“Kami akan melihat hasilnya, itu yang kedua. Saya pikir ini tentang keyakinan, fokus kami. Kami akan siap. Saya berharap kami dapat menemukan keseimbangan yang baik antara keyakinan dan emosi dalam permainan ini.
“Jika kita tetap terbawa emosi, itu akan sulit.
“Ketika saya melihat pemain saya berlatih, mereka bisa memberikan yang terbaik. Setelah beberapa menit, mereka fokus pada permainan sepak bola di lapangan. Saya harap kami bisa memiliki perasaan ini selama pertandingan.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk mengingatnya.” (anjas)

Leave a Reply