Puluhan Anggota Gabungan Sisir Perkantoran Tidak Patuhi Prokes

Lahat, jurnalsumatra.com – Puluhan anggota gabungan yang terdiri dari Sat Pol-PP ada 30 orang, TNI 15 orang, Polri 15 orang, 10 orang dari Dishub, dan 10 orang dari BPBD Kabupaten Lahat jadi total tim berjumlah 80 orang, pada Selasa (15/09/2020), kembali melakukan penyisiran terhadap warga tidak patuhi Prokes dan Masker kesejumlah titik terutama diperkantoran Lingkungan Kabupaten Lahat.

“Usai mengkuti apel pagi tadi, anggota gabungan yang berkekuatan sebanyak 80 orang kembali menindaklanjuti penyisiran terkait warga yang tidak patuhi Prokes dan Masker,” ungkap Kasat Pol-PP Fauzan Choiri Denin AP MM, kemarin.

Untuk diketahui, sambung Fauzan, setidaknya ada 20 perkantoran disekretariat Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, dan instansi vertikal telah disisir, dilanjutkan sepanjang jalan Protokol Mayor Ruslan, Simpang Empat Pasar Lematang sampai PTM Serelo Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

“Puluhan perkantoran dilingkungan Pemkab Lahat telah kita sisir termasuk instansi vertikal. Seterusnya, disepanjang Jl Protokol, Mayor Ruslan, Simpang Empat Pasar Lematang sampai dengan Pasar PTM Serelo Lahat,” tambahnya.

Seterusnya, diungkapkan Fauzan, dititik pencegatan jalan tepatnya didepan Balayasa dan didepan Gedung Olahraga (GOR) yang dilaksanakan kurang lebih satu jam setengah tersebut, khusunya person yang melanggar kesehatan dengan tidak memakai Masker sebanyak 219 orang.

“Kemudian untuk pelaku usaha dan perkantoran yang belum memenuhi standar protokol kesehatan (Prokes) baik berupa keberadaan termogan, cuci tangan, dan lainnya ada 66 toko usaha dan perkantoran,” ujarnya.

Operasi Yustisi dalam penegakan Prokes dan Masker ini, menurut Kasat Pol-PP dan Damkar Lahat berdasarkan Peraturan Gubernur Sumsel dan Bupati Lahat, untuk titik kumpul awal, dan berakhir di halaman Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat.

“Alhamdulillah, selama proses operasi Yustisi sesuai dengan rencana awal kumpul di Pemerintah Daerah (Pemda) Lahat dan bubar di Pemerintah Daerah (Pemda) Lahat acara selesai sekitar pukul 11.45 WIB, terkait pegawai kita dapati keluar saat jam kerja beberapa orang pegawai. namun, memiliki keterangan yang jelas. Termasuk, para guru TK, SD, SMP, dan SMA, tapi telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Selama proses operasi berjalan lancar dan aman,” pungkas Fauzan.

Untuk sanksi sendiri diucapkannya, tetap seperti yang sebelumnya, mulai dari menyanyikan lagi Indonesia Raya, menghapalkan Pancasila, membuat surat secara tertulis dan sanksi fisik berupa membersihkan sampai dengan memenuhi satu asoy plastik.

“Semua itu, untuk memberikan efek jera kepada semua pelanggar yang ditemukan tidak mentaati prokes dan tidak memakai masker, tanpa terkecuali. Tujuannya, demi untuk membrantas penyebaran virus corona arau covid 19 yang menyerang Kabupaten Lahat ini,” tutup Mantan Kepala Dinas BPMDesa Lahat. (Din)