Pusat Koservasi Elang Kamojang Ditutup Akibat Angin

     Bandung, jurnalsumatra.com – Objek wisata edukasi Pusat Koservasi Elang Kamojang (PKEK) di kawasan Hutan Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditutup sementara akibat terjangan angin kencang disertai hujan yang khawatir membahayakan pengunjung.
“Untuk sementara wisata edukasi elang ditutup dari aktivitas pengunjung,” kata Manajer Operasional PKEK Zaini Rakhman kepada wartawan di Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, PKEK merupakan kawasan di sekitar hutan yang dijadikan tempat rehabilitasi elang peliharaan untuk selanjutnya dilepasliarkan.
Sejak datangnya siklon tropis Dahlia, kata dia, kawasan Kamojang diterjang angin kencang dan hujan, akibatnya kondisi kandang elang rentan berkembangnya virus penyakit.
“Kami perlu waktu untuk sterilisasi kandang dan fasilitas lainnya yang berkaitan dengan perawatan elang,” katanya.
Ia mengatakan, kondisi cuaca yang seringkali hujan membuat matahari nyaris tidak dapat menyinari kandang elang.
Jika kondisi tersebut tidak segera disterilisasikan, Zaini khawatir akan mengganggu kesehatan elang atau manusia yang mengunjungi kawasan konservasi tersebut.
“Akibat cuaca buruk nyaris tidak ada sinar matahari menyinari kandang, jadi virus penyakit mudah berkembang dan bisa menulari elang yang ada, bahkan manusia,” katanya.
Ia menyampaikan, proses sterilisasi dapat berlangsung lama antara tujuh sampai 10 hari, tergantung kondisi cuaca, jika terus hujan maka sterilisasi akan lebih lama.
Selama ini, lanjut dia, petugas sedang mensterilisasikan seluruh kandang elang dengan menyemprotkan desinfektan untuk membasmi bakteri maupun virus yang dapat mengganggu kesehatan elang.
“Setiap hari juga petugas kami selalu memeriksa secara intensif kesehatan elang, termasuk selalu memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini ada 97 elang dari hasil sitaan dan penyerahan secara sukarelawan dari warga untuk selanjutnya direhabilitasi.
Seluruh elang itu, kata dia, terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum mendapatkan tindak lanjut rehabilitasi di PKEK.
“Langkah pertama saat elang tiba di PKEK, pasti diperiksa kesehatannya, tidak semuanya sehat, ada beberapa yang sakit,” katanya.
Ia menambahkan, wisata edukasi PKEK dalam satu bulan biasa dikunjungi 800 hingga 1.000 orang dari berbagai kalangan seperti siswa juga mahasiswa, bahkan masyarakat umum.
Adanya penutupan PKEK tersebut, Zaini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atau instansi yang ingin melakukan kunjungan edukasi tentang elang.
“Manajemen PKEK memohon maaf dan permakluman dari para pengunjung yang akan ke PKEK dalam waktu dekat tidak bisa masuk kawasan PKEK,” katanya.(anjas)

Leave a Reply