Puti Bangga Promosikan MAN 1 Pekanbaru Di Jepang

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Puti Jasmine siswi MAN 1 Pekanbaru, bangga mempromosikan sekolahnya dalam kegiatan pertukaran pelajar Jepang mengikuti program Kakeshi Foundation dari 21 Agustus 2018-17 Februari 2019.
“Promosi sekolah disampaikan saat presentasi berjudul Perbedaan Pendidikan di Yokosuka Senior High School dan MAN 1 Pekanbaru, dan ini menjadi pengalaman yang paling berkesan selama di Jepang,” kata Puti Jasmine di Pekanbaru,  Selasa.
Puti Jasmin merupakan, delegasi Indonesia asal Riau yang terpilih dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia (Asia Kakehashi Project ada 14 orang) dipercayai oleh Bina Antarbudaya untuk mengenalkan budaya Indonesia ke Jepang. Di Jepang mereka juga mempelajari kemajuan di negara Jepang, dan dipercayai oleh AFS Japan untuk dapat merasakan enam bulan hidup di Jepang.
Menurut Puti anak ke dua dari bersaudara itu, pada mata pelajaran Principia atau Research Sekolah Puti (Sekolah Super Science)  jadi tingkat pertama hingga ke dua wajib menbuat suatu penelitian kemudian ada sesi poster-session dimana para siswa yang terdiri dari beberapa group mempresentasikannya.
Pada masa itu, katanya menyebutkan, dirinya merupakan satu-satunya anak exchange dan bahasa Jepang belum lancar, maka Puti sendirian, dan tentunya awalnya grogi.
“Karena takut gagal tapi Alhamdulillah lancar sampai akhir, meskipun temanya paling berbeda namun Alhamdulillah sukses dan para senpai (kakak kelas), teman angkatan, guru-guru hingga beberapa orang dari Institute datang dan melihat Puti melakukan presentation,” kata anak kedua dari empat bersaudara itu.
Untuk membuat persiapan, kata Puti yang hobbi membaca buku, menulis cerita dan  olahraga itu,  untuk research tersebut diperlukan empat  bulan lebih dan Alhamdulillah hasil memuaskan dan bisa berbagi pengetahuan kepada pelajar Jepang di sana.
Puti mengajak teman-temanya di Riau, terkait  IPTEK sudah sangat maju dan canggih kini, maka kita bisa memanfaatkan mereka sebaik-baik mungkin. Jangan sampai media sosial mengontrol kita hingga membuat kita lupa akan kehidupan asli. Agama adalah pondasi, nikmati dengan sewajarnya dan jangan lupa akhirat.
Sayangilah orang tua karena mereka adalah Malaikat tak bersayap yang Allah kirimkan kepada kita semua. Selalu bersyukur terhadap kondisi apapun itu dan terus belajar demi Indonesia lebih baik.
Puti menambahkan, selama di Jepang ia tinggal di asrama (Ryou) yang harus menempuh perjalanan satu setengah jam naik kereta api untuk sampai ke sekolah. Pada libur musim dingin Puti di inapkan bersama host family yaitu keluarga Uehara untuk belajar budaya Jepang dan tinggal di rumah dengan disiplin Jepang.
“Program pertukaran pelajar ini mengajarkann kita untuk disiplin waktu, menghormati orang yang lebih tua, beradaptasi dengan budaya negara lain dan bersabar dengan perbedaan yang terjadi dalam masyarakat,” kata  anak dari pasangan Yan Avifah dan Ir. Harmes ini.
Kelak ia bercita-cita mengambil  S2 di Europe atau USA,  Japan dengan harapan menjalani kariri menjadi salah satu petinggi di dewan UNICEF atau UNESCO. Insya Allah.(anjas)

Leave a Reply