Putra Nababan Sambut Baik Pemerintah Bentuk Manajemen Talenta

Jakarta jurnalsumatra.com – Penggiat pengembangan talenta Indonesia, Putra Nababan menyambut baik rencana pemerintah membentuk manajemen talenta nasional tahun 2020 dan target sukses wadah baru ini seharusnya bukan sebatas pemetaan talenta dan penyerapan tenaga kerja.

  “Kunci sukses dari manajemen nasional ini adalah kesesuaian atau kecocokan yang dicapai antara kebutuhan lapangan dengan ketersediaan talenta. Saya menyebutnya talent matching antara persediaan dan permintaan,” kata Putra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

  Putra Nababan yang juga pendiri wadah digital idtalent.id itu menilai, seseorang bisa disebutkan sebagai Talenta jika berkarya sesuai minat dan bakatnya.

  Dalam kondisi itu menurut dia, seorang tersebut mampu menghadirkan inovasi di tempat bekerjanya.

  “Tanpa pekerja berkualitas talenta, mustahil perusahaan atau wirausaha bisa melakukan lompatan dan keluar dari jerat business as usual,” ujarnya.

  Putra yang saat ini adalah anggota DPR RI terpilih itu mengingatkan managemen talenta yang hendak dibangun pemerintah ini harus bisa mempertemukan talenta-talenta yang berserakan di banyak wilayah dan menyelaraskan dengan kebutuhan lapangan kerjanya.

  Dia menilai salah satu penyebab krisis talenta di Indonesia dan rendahnya Global Talent Competitiveness index indonesia adalah tidak ditemukannya kesesuaian antara permintaan dan ketersediaannya.

  Sebelumnya, Pemerintah saat ini sedang menyusun rancangan pembentukan manajemen talenta nasional yang ditargetkan terbentuk pada tahun 2020.

  “Harapannya paling lambat di 2020 ya terbentuk,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Jakarta, Kamis (22/8).

  Menurut dia, bentuk lembaga manajemen talenta nasional masih dikaji dengan melibatkan tim dari Bappenas dan Kemenpan RB.

  Pemerintah berharap dengan adanya manajemen talenta ini, anak muda yang memiliki talenta dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

  Dia menegaskan jangan sampai anak muda yang memiliki kekayaan intelektual dibajak oleh negara lain.(anjas)