PWI Lampung Berikan 3 Kategori Penghargaan Tjindraboemi

Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung memberikan tiga kategori penghargaan Tjindraboemi sebagai anugrah dan dedikasi orang-orang yang berpengaruh terhadap pembangunan Provinsi Lampung.
    “Penghargaan Tjindraboemi ini merupakan salah satu bentuk kepedualian insan pers terhadap pembangunan daerah,” kata Ketua PWI Pusat, Atal S Depari, di Bandarlampung, Kamis.
    Ia mengatakan tiga katagori penghargaan Tjindraboemi tersebut akan diberikan kepada kepala daerah, akademisi dan tokoh masyarakat yang sudah dinilai oleh tim penilai berdasarkan kriteria tertentu.
    “Penghargaan ini bukan merupakan penghargaan yang sembarangan, karena telah melalui penilaian yang memenuhi kriteria,” katanya.
    Sementara itu, Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian menjelaskan bahwa Anugerah Tjindarboemi adalah sebuah tradisi yang diberikan kepada birokrat, kepala daerah, akademisi dan tokoh masyarakat yang dianggap berperan aktif dalam pembangunan.
    “Untuk menentukan siapa yang akan dapatkan anugerah ini kami membentuk tim khusus untuk menilai siapa saja yang memenuhi kriteria,” katanya.
    Ia berharap, dengan penghargaan yang diterima tersebut dapat menjadi motivasi bagi kepala daerah, akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat untuk membangun Provinsi Lampung lebih maju lagi.
    Adapun katagori pertama yakni Kepala Daerah yang mendapatkan penghargaan ini adalah, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad sebagai Inovator Kearifan Lokal dan Budaya.
    Kepala Daerah Pembangkit Komoditi Andalan Lampung diberikan kepada Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Kepala Daerah Penggerak Keaejahteraan Keluarga, Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Masyarakat bersama masyarakat Bupati Tulangbawang Winarti
    Selanjutnya, katagori Kepala Daerah Peduli Lingkungan diberikan kepada Bupati Waykanan Raden Adipati Surya,
  Kepala Daerah Pembangkit Komoditi Coklat Lampung, diberikan kepada Bupati Pesawaran Dendi Romadona.
    Terakhir Kepala Daerah Peduli Pengentasan Stunting diberikan kepada Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto.
    Kategori kedua yakni Akademisi yang peduli terhadap peningkatan SDM, diterima oleh Profesor Manajemen di Lampung yaitu M Yusuf S Barusman.
    Kemudian, Kategori ketiga Tokoh Masyarakat yang diberikan kepada lima orang yakni Anggota Koramil 421-07 Sidomulyo Kodim 0421Lampung Selatan Sertu Zulkarnaen sebagai Tokoh Inovator Pakan Fermentasi, Hila Hambala sebagai pengarang, pemusik dan penyanyi lagu Lampung dan tokoh seni tradisional.
    Kemudian, tokoh masyarakat yang konsisten dalam sosial dan keagamaan, diberikan kepada Bapak KH. Arif Mahya, tokoh penggapai mimpi anak-anak Pulau Tegal, diberikan kepada guru sukarelawan peduli pendidikan Pilau Tegal (SP3T), diberikan kepada Ibu Uniroh Utami.
    Selanjutnya, tokoh penegak disiplin berlalu lintas, diberikan Kanit Turjawali Polresta Bandarlampung, Iptu Muhammad Anis.(anjas)