Ramadhan Momen Untuk Meningkatkan Keimanan Dan Ketakwaan

Palembang, jurnalsumatra.com – DPRD Provinsi Sumsel menggelar sholat isya dan tarawih beejemaah dalam rangka bulan Ramadhan 1439 Hijriah. Iman sholat Isya dan tarawih KH Musaddad Kholil dan penceramah Prof DR H Jalaluddin.

Sambutan Plt Ketua DPRD Sumsel  Uzer Effendi mengatakan, hadir disini Asisten 3 Pemprov Sumsel,  Bapak Wakil DPRD dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Daerah yakni Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kasdam Kodam II Sriwijaya Berigjen TNI Syafriyal, Kepala Pengadilan Tinggi,  Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib, dan tokoh masyarakat H Halim. “Kita hadir disini di Masjid Ar Raiyah DPRD Sumsel untuk sholat Isya, taraweh dan witir bersama. Selamat datang bapak ibu sekalian. Mudah- mudahan kita dapat pahala berlipat ganda. Karena ini bulan rahmat, dan ampunan Allah SWT,” ujarnya, Senin (21/5/2018)

Uzer mengungkapkan, Pada siang hari umat Islam menahan lapar dan hawa nafsu. Sedangkan pada malam hari menjalankan ibadah sholat tarawih dan witir. “Semoga ibadah kita semakin meningkat dan menambah keimanan kita semua. Selain itu, momen ini untuk menjalin silaturahmi. Mudah-mudahan Provinsi Sumsel maju, semakin gemilang dan berahlak.

Sekwan DPRD Provinsi Sumsel Ramadhan S Basyeban menambahkan, acara sholat isya dan tarawih bersama hari ini merupakan rangkaian safari ramadhan di Pemprov Sumsel.

“Disini kita melaksanakan sholat isya dan tarawih berjemaah. Dan untuk tausiyah diberikan  Prof DR H Jalaluddin. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita,” bebernya.

Sementara itu, penceramah Prof DR  H Jalaluddin mengatakan, ibadah puasa ini termasuk ibadah yang berat. Karena ibadahnya 14 jam sehari, artinya kalau sebulan 420 jam. “Ibadah puasa ini semuanya sama, Pak Presiden, Panglima, masyarakat dan pemulung sama laparnya. Walaupun menunya lain tapi laparnya sama. Bahkan untuk perempuan yang berhalangan puasa, itu wajib membayarnya. Puasa itu punya Allah, dan Allah yang membalasnya,” bebernya.

Jalaluddin menambahkan, Allah berkata pada bulan ramadhan  pintu neraka ditutup. Bahkan malaikat Jibril turun ke bumi pada bulan ramadhan. “Guna malaikat Jibril turun, adalah setan yang jahat diborgol, dan diikat dengan rantai. Kemudian dilempar setan itu ke laut. Sehingga umat nabi muhammad tidak terganggu. Orang yang berpuasa itu sudah disterilisasi dari setan,” paparnya.

Jalaluddin mengungkapkan, godaan setan itu adalah mengajak orang untuk kafir, membuat dosa besar, membuat dosa kecil. Kita dilalaikan dengan perbuatan yang sia sia.

“Hawa nafsu itu lebih jahat dari 70 setan. Rasul habis perang badar menyatakan kita baru pulang dari perang kecil. Dari 333 pasukan muslim melawan 1.000 pasukan kafir. Perang yang besar itu perang melawan hawa nafsu. Insya Allah kita bisa menyelesaikan 25 hari lagi puasa,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × two =