Ratusan Guru PAUD/RA Ikuti Kajian Resik Godokan Sirih

Palembang, jurnalsumatra.com – Ratusan guru dari beberapa lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Raudhatul Athfal (RA) berduyun-duyun mendatangi Griya Agung, Jl. Demang Lebar Daun, Palembang. Mereka antusias menyerbu Kajian Muslimah, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Yayasan Salsabila Sriwijaya bekerja sama dengan Resik V Godokan Sirih, antiseptik alami yang efektif mengatasi keputihan.

Dalam kajian bertajuk “Istri Salehah, Cantik Resik, Keluarga Bahagia” membahas mengenai pentingnya perawatan organ kewanitaan dari sisi Islami dan kedokteran, dengan narasumber masing-masing Ustadzah Anita SSosI dan dr Hafsha Rizki MKes.

Dalam paparannya, Ustadzah Anita menuturkan, penting bagi seorang wanita untuk tidak hanya sekedar menjaga kecantikan, namun juga area kewanitaannya. Seringkali, wanita menganggap hal ini tabu untuk dibicarakan, padahal  tanpa disadari, bagian tubuh ini amatlah penting dan memengaruhi banyak hal mulai dari kesehatan, kesuburan, rasa percaya diri, hingga keharmonisan rumah tangga.

Islam secara khusus mengajarkan bahwa merawat kebersihan diri merupakan bagian dari ibadah. Bahkan Islam mengaturnya dalam fiqih, bahwa wanita baik yang sudah menikah dan belum menikah mesti memperhatikan kapan dan bagaimana mereka harus membersihkan area kewanitaannya.

“Allah Ta’ala sangat menyukai mereka yang rajin membersihkan diri, itulah sebabnya mengapa membersihkan diri dikatakan sebagai ibadah,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, pendakwah kelahiran Palembang, 1 Januari 1987 ini juga menyatakan merawat area kewanitaan menjadi hal penting dalam rumah tangga. ”Merawat kebersihan area kewanitaan, merupakan investasi jangka panjang, dan menjadi salah satu kunci kebahagiaan dalam keluarga. Seperti ada tertulis bahwa sesungguhnya istri adalah perhiasan rumah tangga, sehingga istri yang resik menjadi cikal bakal keluarga bahagia dan harmonis,” ungkap Ustadzah Anita.

Sedangkan sebagai wanita muslimahm Ustadzah Anita mengingatkan, perlunya untuk cermat dalam memilih pembersih kewanitaan. “Pastikan apa yang kita gunakan halal, aman, dan terbuat dari bahan alami,” tutupnya.

Masih di tempat yang sama, dr Hafsha Rizki MKes menambahkan bahwa banyak orang merasa bahwa masalah kewanitaan tabu untuk dibahas secara umum, sehingga wanita cenderung merasa risih atau malu mendiskusikan keluhannya.

Padahal area kewanitaan (organ intim genitalia) sangatlah penting dan mesti diperhatikan karena daerah ini berkaitan dengan organ reproduksi di dalam panggul dan memengaruhi kepercayaan diri wanita. Kebersihan kewanitaan juga perlu menjadi perhatian khusus karena secara anatomis, letaknya lebih ‘tersembunyi’.

“70% wanita rentan mengalami keputihan dan menjadi masalah area kewanitaan terbanyak yang disampaikan oleh para wanita ketika mereka mendatangi dokter,” buka dr Hafsha.

Selain berpengaruh terhadap kesehatan organ genitalia, keputihan ini juga mengganggu hubungan harmonis suami istri dan kepercayaan diri para wanita.

“Oleh sebab itu personal hygiene terutama di area kewanitaan sangat penting untuk diperhatikan, terutama ketika masa menstruasi, di mana kebersihan organ intim wanita perlu dijaga lebih intensif,’’ jelasnya.

Pemicu awal keputihan adalah kondisi organ intim yang lembab, sehingga menjadi media yang baik untuk jamur dapat tumbuh. “Membersihkan area intim sebaiknya tidak menggunakan sabun karena bersifat basa. Lebih baik dengan air biasa atau menggunakan cairan khusus pembersih vagina dengan pH yang sesuai,” ujar dr. Hafsha lagi.

Telah menjadi tradisi wanita Indonesia, untuk menggunakan godokan daun sirih yang dikenal sebagai antiseptik dan antibakteri alami. Daun sirih memiliki profil baktariosit dan MIC (minimum inhibitory concentration) atau konsentrasi hambat minimum, yaitu hanya menghambat pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan daun sirih memiliki sifat MIC. Berbeda dengan sifat bakterisidal yang dapat membunuh bakteri yang tidak disarankan di area genital karena dapat memusnahkan semua bakteri, termasuk bakteri baik.

“Dalam memilih pembersih kewanitaan perlu diperhatikan penggunaannya yang sesuai dengan PH normal area tersebut dan menjaga keseimbangan flora normal yang menjaga bakteri baik dan mengendalikan jumlah bakteri yang merugikan,” tipsnya.

Yuna Eka Kristina, Senior PR Manager PT Kino Indonesia Tbk menjelaskan, PT Kino Indonesia Tbk., mengeluarkan produk Resik V Godokan Sirih sebagai antiseptik alami, solusi untuk memelihara kebersihan organ intim dan mencegah keputihan. Resik V Godokan Sirih dibuat secara alami, dengan  kandungan utama godokan daun sirih asli, atau daun sirih yang direbus. Resik V Godokan Sirih dianjurkan digunakan secara teratur di saat haid, atau ketika mengalami keputihan.

“Uji klinis dan uji mikrobiologi  menunjukkan daun sirih menghambat bakteri  jahat dan hasil uji mikrobiologi 100% menghambat jamur penyebab keputihan. Selain itu, Resik V Godokan Sirih juga menjaga PH normal area kewanitaan yaitu antara 3-4, serta menjaga keseimbangan flora normal,” kata Yuna.

Keunggulan Resik V Godokan Sirih, adalah praktis karena bisa dibawa ke manapun, digunakan dengan cara untuk membasuh. Kandungannya murni dari daun sirih yang alami sehingga aman digunakan untuk kebersihan sehari-hari. Meski begitu Resik V dibuat secara modern dan sudah mendapatkan sertifikat halal.

Karena keunggulan dari Resik V Godokan Sirih yang secara praktis dapat dirasakan manfaatnya oleh wanita Indonesia, Resik V Godokan Sirih mengadakan Kajian Muslim di 10 kota besar di Indonesia dan mengangkat tema “Istri Salehah: Cantik, Resik, Keluarga Bahagia” dengan mendatangkan dokter dan ustadzah yang akan membahas secara mendalam mengenai perawatan area kewanitaan secara kedokteran dan dari sisi Islami. “Semoga melalui acara ini, wanita Indonesia mulai memperhatikan kesehatan area kewanitaannya dan menjadikan kebersihan dirinya secara total menjadi bagian dari perawatan dan ibadah dalam menciptakan keluarga yang bahagia dan harmonis,” tutup Yuna. (ril/edchan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =