Ratusan Pelajar Di Pedalaman Sungai Lahei Diliburkan

     Muara Teweh, jurnalsumatra.com – Sebanyak 237 pelajar dari Taman Kanak-Kanak, SD, dan SMP di sejumlah desa di pedalaman Sungai Lahei (anak Sungai Barito), Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diliburkan karena sekolah mereka terendam banjir sejak tujuh hari terakhir.
“Sekolah diliburkan sejak banjir melanda sejumlah desa mereka yang telah terjadi sejak sepekan terakhir,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Masdulhaq, di Muara Teweh, Senin.
Dia menjelaskan sekolah yang diliburkan, yakni tujuh SDN, delapan TK, dan dua SMP, tersebar di Desa Haragandang, Karendan, Muara Pari, Rahaden, Hurung Enep, Juju Baru, Muara Inu dan Bengahon di Kecamatan Lahei.
Selain sekolah terendam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter, sejumlah sekolah mengalami kerusakan fisik, peralatan mebeler, rumah dinas guru, peralatan perpustakaan, dan buku mata pelajaran penting.
“Sebagian besar tidak bisa diselamatkan karena banjir datang cukup tiba-tiba, di samping itu rumah para guru juga terendam banjir sehingga terfokus pada menyelamatkan rumah masing-masing,” katanya.
Camat Lahei Rayadi mengatakan saat ini banjir yang melanda sejumlah desa di sepanjang Sungai Lahei sudah memasuki hari ketujuh.
Meskipun banjir di hulu atau di wilayah Desa Haragandang mulai surut, banjir masih menggenangi desa tersebut.
Banjir  terparah di alami sejumlah desa yang berada di wilayah hilir di antaranya Desa Karendan, Muara Pari, Rahaden, Juju Baru dan Muara Inu.
Banjir meluas hingga Desa Hurung Enep dan Bengahon dan Kelurahan Lahei I dan Lahei II.
“Saat ini desa-desa yang terendam banjir sudah mendapat bantuan dari pemerintah daerah dan Minggu (19/11) bantuan berupak beras, mi instan, dan peralatan kesehatan juga telah diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati Barito Utara Nadalsyah yang langsung meninjau kondisi banjir di sejumlah desa pedalaman Sungai Lahei,” ujar Camat Rayadi.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =