Ratusan Relawan Iskandarsyah Kecewa

     Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Ratusan relawan Ing Iskandarsyah merasa kecewa karena Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera itu tidak mendapat kendaraan politik untuk diusung sebagai kandidat Pilkada Tanjungpinang 2018.
Salah seorang relawan Sahabat Iskandarsyah, Azwar, di Tanjungpinang, Rabu, merasa kecewa figur yang didukungnya gagal mencalonkan diri, padahal para relawan sudah menyosialisasikan Iskandar sejak beberapa bulan lalu.
“Kami tidak menyangka, banyak hal-hal yang mengejutkan, mengecewakan. Ternyata ini namanya berpolitik,” ucapnya.
Ia mengatakan usaha yang dilakukan Iskandarsyah maupun PKS untuk mendapat dukungan dari partai lainnya sudah maksimal, termasuk mempertahankan Koalisi Setara yang akhirnya tidak menjalankan kesepakatan.
“Awalnya, kami yakini Koalisi Setara mengusung Syahrul-Iskandarsyah, namun belakangan Syahrul pindah ke lainnya setelah beberapa bulan bersikap ngambang,” ujarnya.
Relawan Sahabat Iskandarsyah lainnya, Anjar juga mengungkapkan kekecewaannya. Iskandarsyah merupakan sosok yang ideal untuk menjadi pemimpin Kota Tanjungpinang, namun ternyata drama politik membuat Iskandarsyah tidak dapat mencalonkan diri.
Kekecewaan itu dapat sedikit terobati setelah Iskandar memberi pemahaman kepada seluruh relawan bahwa apa yang terjadi merupakan takdir.
“Kami tetap semangat mendukungnya meski tidak berpasangan dengan Syahrul. Namun Iskandar tidak dapat mencalonkan diri karena ada kandidat yang memborong partai,” ucapnya.

Anjar mengatakan para relawan ini akan terus bergerak hingga Pemilu 2019, meski Iskandarsyah tidak dapat mencalonkan diri.
“Itu sudah komitmen kami,” tuturnya.
Terkait kondisi tersebut, Iskandarsyah berharap para relawan pendukungnya jangan larut dalam kekecewaan. Para relawan tetap dapat memberi kontribusi pada Pilkada Tanjungpinang 2018, dengan mendukung kandidat yang dekat dengan rakyat, cerdas, jujur, mampu bekerja maksimal dan memiliki kemampuan memimpin.
Ia menyarankan mereka memilih calon pemimpin yang baik, bukan yang pura-pura baik. Para relawan akan mudah mengetahui sosok pemimpin yang memiliki etika politik tersebut.
PKS sudah melakukan secara maksimal untuk mendapat dukungan dari partai lain agar dapat mencalonkan dirinya, termasuk berupaya mempertahankan Koalisi Setara yang dibangun bersama Partai Gerindra.
“Setiap hari saya harus menjelaskan kepada puluhan para pendukung saya. Alhamdulillah mereka memahaminya setelah berbagai usaha dilakukan bersama,” katanya.
Berdasarkan data Antara, Koalisi Setara bubar setelah akhir November 2017, Syahrul memutuskan berpasangan dengan politisi lainnya, namun tetap berharap PKS mendukungnya. Saat itu, pilihan Syahrul yang muncul di permukaan hanya Iskandarayah dan Ade Angga, Ketua DPD Golkar Tanjungpinang.
PKS akhirnya mencari jalan lain karena permintaan itu tidak mungkin dipenuhi karena partai ini turut terlibat mendorong Syahrul menjabat sebagai Ketua Partai Gerindra Kepri.
Usaha Iskandarsyah dan PKS untuk berkoalisi dengan partai lainnya gagal, karena pasangan Lis-Maya yang mendaftar di KPU Tanjungpinang hari ini, memborong partai membentuk koalisi raksasa.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 1 =