Rehabilitasi tujuh bangunan akibat kerusuhan di Papua Rp 141 miliar

Jayapura, jurnalsumatra.com – Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini telah selesai merehabilitasi tujuh bangunan yang dirusak dan dibakar saat kejadian kerusuhan tahun 2019 yang terjadi di dua daerah yakni di Wamena Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura menghabiskan dana sebesar Rp 141 miliar lebih. 
  Kepala Balai Prasarana Pemukiman Papua Papua Corneles Sagrim kepada Antara, Jumat mengatakan, tujuh bangunan yang selesai direhabilitasi yaitu di Jayapura tiga bangunan terdiri dari rehab gedung aula Majelis Rakyat Papua (MRP), balai latihan kerja (BLK), Lapas Abepura dan gedung KPU Papua.     
  “Rehabilitasi ketiga bangunan itu telah menghabiskan dana sebesar Rp 22,8 miliar,”katanya.
        Sedangkan rehabilitasi empat bangunan yang berada di Wamena, menurut Sagrim, di antaranya pasar Wouma, STISIP Yapis, kantor KUA dan rehabilitasi 403 ruko ( 210 unit diantaranya sudah terbayar menghabiskan dana Rp 61,8 miliar.
  Diakui, 403 unit ruko yang berlokasi di empat tempat itu sudah selesai pembangunannya namun 210 unit lainnya masih dalam proses pembayaran.
       “Yang pasti seluruh bangunan yang rusak berat akibat dirusak dan dibakar saat insiden yang terjadi 29 Agustus dan 23 September sudah selesai dibangun dan diserahkan termasuk gedung KPU Papua,”ujarnya.   
   Sagrim mengatakan, untuk penyerahan gedung KPU Papua sudah dilakukan Selasa (11/8) dan diterima pejabat Sekda Papua.
  Kerusuhan yang terjadi 2019 lalu di dua kota di Papua, menimbulkan korban harta benda juga jiwa.     
  Dari data yang dihimpun terungkap insiden yang terjadi di Jayapura, 29 Agustus 2019 menyebabkan empat orang meninggal dan di Wamena tanggal 23 September tercatat 33 orang meninggal dan puluhan orang luka-luka.(anjas)