Rektor Unimal: Usai Pemilu Perlu Merawat Persatuan Dan Kesatuan

Lhokseumawe, Aceh, Jurnalsumatra.com – Rektor Universitas Malikussaleh, Aceh Dr Herman Fithra ST MT mengatakan bahwa merawat persatuan dan kesatuan sebagai upaya menjaga keutuhan bangsa sangat penting dilakukan pascapemilu.

  Menurutnya, pascapemilu berbagai gesekan sosial akan dengan mudah muncul dan menimbulkan persoalan yang dapat mencederai semangat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga perlu upaya dan juga semangat menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bersama sebagai sebuah bangsa dan negara.

  “Pemilu adalah proses pemilihan pemimpin untuk lima tahun ke depan, sehingga jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Menjaga persatuan dan kesatuan adalah sebuah prinsip sekaligus kewajiban yang harus dimiliki oleh semua warga negara,” ujar Rektor Unimal ini pula.

  Dia melanjutkan, persoalan terpilih atau tidak dalam sebuah kompetisi demokrasi adalah hal yang biasa. Semua pihak mulai dari aktor politik hingga simpatisannya tidak boleh terprovokasi dengan informasi yang belum tentu kebenarannya. Akan tetapi menjaga suasana yang kondusif serta persatuan dan kesatuan bangsa adalah hal yang utama.

  Ia menilai, proses pemilu untuk memilih presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota berjalan dengan lancar dan relatif baik sampai dengan puncaknya pada prosesi pungut hitung.

  ” Meski masih ada terdapat sedikit kekurangan, akan tetapi animo masyarakat untuk terlibat dalam pemilu dan menggunakan hak pilihnya, patut diapreasiasikan sebagai sebuah kemajuan di dalam demokrasi,” katanya pula.

  Terkait hasil Quick Count (QC) terhadap persentase perolehan suara, secara akademik dapat dipertanggungjawabkan apabila dilaksanakan dengan “metode yang benar dan jujur”. QC adalah metode verifikasi hasil pemilu yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di TPS yang dijadikan sampel.

  “Oleh karenanya QC dapat memberikan akurasi yang lebih tinggi, karena menghitung hasil pemilu langsung di TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan responden. Hasil pemilu juga dapat diketahui berdasarkan “real count” masing masing peserta pemilu,” ujart Dr Herman Fithra.

  Menanggapi hasil pemilu yang masih simpang siur, menurutnya, sebaiknya peserta pemilu dan juga masyarakat menunggu hasil resmi yang diumumkan oleh KPU, mengingat pemberitaan tentang hasil pemilu di media massa saat ini masih bersifat sementara.(anjas)