Relokasi PKL Pantai Ampenan Dikonsep “Food Court”

    Mataram, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana  merelokasi pedagang kaki lima di Pantai Ampenan dengan mengembangkan konsep “food court” bagi mereka seperti yang banyak dikembangkan di kota besar.
“Dengan konsep ‘food court’, bisa lebih menarik dan memudahkan pedagang dan konsumen,” kata Camat Ampenan Zarkasyi di Mataram, Jumat.
Dikatakan, untuk melaksanakan konsep tersebut pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan yang akan mengatur pembangian lapak bagi 58 pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasional di kawasan Pantai Ampenan.
Puluhan PKL tersebut akan direlokasi pada lapak yang sudah dibangun oleh Pemerintah Provinsi NTB, melalui Dinas Perdagangan NTB dengan anggaran Rp500 juta.
Namun sebelum PKL direlokasi ke lapak baru, pemerintah kota terlebih dahulu akan menyempurnakan bangunan yang ada sebab lantai lapak yang dibangun provinsi masih rabat beton, sehingga pemerintah kota perlu menata kembali dengan memasang keramik pada lapak tersebut agar terlihat lebih bagus.

“Sembari pemasangan keramik, kami akan menyiapkan konsep ‘food court’ agar konsumen yang datang tinggal memilih menu makan dan minum kemudian mencari tempat duduk di pinggir pantai untuk menunggu pesanan,” katanya.
Menurutnya, dalam konsep “food court” ini lapak PKL akan dibuat mengelilingi bagian pinggir lahan yang ada dengan ukuran sekitar dua meter, sementara bagian tengahnya kosong yang dihajatkan sebagai tempat duduk bagi konsumen.
Guna menghindari konflik dalam kegiatan relokasi nanti, pihaknya akan memprioritaskan pedagang lama yang jumlahnya sebanyak 20 orang dari 58 pedagang yang ada saat ini.
Sistem pembagian lapak dilakukan dengan cara cabut nomor undi setelah lahan PKL dipetakkan untuk menjadi lapak, sehingga pembangian lapak bisa berkeadilan.
“Dengan konsep ‘food court’, memudahkan kita juga dalam melakukan pembinaan sekaligus pengawasan terhadap PKL,” katanya lagi.
Lebih jauh, Camat Ampenan ini mengatakan, setelah kegiatan revitalisasi Pantai Ampenan tuntas, pengelolaan Pantai Ampenan akan diserahkan ke Badan Pengelola Kota Tua Ampenan (Balok Tuan).
“Balok Tuan inilah yang akan mengelola secara utuh kawasan Pantai Ampenan termasuk retribusi parkir dan lainnya, dengan harapan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Kota Tua tersebut,” katanya.(anjas)

Leave a Reply