Renovasi Ruang Kelas SMPN-3 Sekayu Dipersoal

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Rehabilitasi ruang kelas dan ruang Perputakaan Sekolah Menengah Pertama (SMPN-3) Sekayu, yang terletak di Desa Rimba Ukur (C-5) Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dipersoalkan.

Pasalnya kegiatan yang dilakukan secara swakelola menggunakan dana APBN sebesarRp 425.000.000,-tahun anggaran 2017 itu tidak sesuai anggaran, bahkan disinyalir berbau KKN.

Sebab dari tiga ruangan yang direhabilitasi, pihak Sekolah hanya mengerjakan pemasangan kramik lantai, plafon dan atap multiruf dengan tidak menggunakan rangka baja.

Tidak hanya itu, semasa pengerjaan proyek kepala Sekolah SMPN-3 dinilai kurang transparan, karena tidak menunjukan gambar atau petunjuk terhadap komite sekolah.

“Kita bekerja sesuai petunjuk dari kepala Sekolah. Karena rehabilitasi yang dilakukan tidak ada gambar atau petunjuk. Disini kita mengerjakan pemasangan pelapon, kramik, pengecatan dan rangka kayu untuk pemasangan reng dan multirup. ”Kata Margono selaku Komite Sekolah yang bertugas sebagai kepala tukang saat dibincangi Wartawan jurnalsumtra.com belum lama ini.

Zulkarnain (54) warga setempat mengatakan, kalau dana sebesar itu tidak sesuai kalau hanya sekedar merehab lantai, plapon, cat apalagi pemasangan atap multirup tidak menggunakan rangka baja. “Hitung saja bahan utamanya, untuk rehab tiga local ruangan itu, berapa banyak membutuhkan kramix, kayu, reng, triplek, multiruf, termasuk cat dangajitukang. “Ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kalau pengerjaan proyek yang bersumberkan dana APBD maupun APBN biasanya ada RAB dan gambar sebagai petunjuk dari instansi terkait. “Tidak mungkin anggaran turun, bisa dibangun semau gue, jelas ada gambar sebagai petunjuk. Sebenarnya hasil rehabilitasi SMPN-3 perlu dilakukan pemeriksaan terutama bagi penegak hukum, kenapa ada kesan kurang transaparan. Sebab gambar petunjuk bangunan itu bukanlah rahasia negara. ”Kata dia.

Sementara KepalaSekolah SMPN-3 Sekayu, Muhammad Qory, S.AgM.Si menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan berdasarkan petunjuk, bahkan menurut dia selain merehab fisik tersebut, pihak sekolah juga mengganti beberapa tiang teras yang dipandang sudah tidak layak. Tapi sayang nya kepala Sekolah tidak memperkenan kan wartawan untuk melihat potoh petunjuk bangunan. “maaf permohonan bapak tidak bisa kami penuhi. Sebab kami berpedoman pada aturan yang ada. “Ujarnya. (Rafik Elyas)

 

Leave a Reply