Respon Cepat Dishub Tempatkan Personil Didua Titik

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Dampak banyak peristiwa Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) sampai merenggut nyawa akhir akhir ini.

Terutama kejadian di Jl RE Martadinata, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, akibat mobil Dump Truck maupun Tronton yang kapasitasnya melebihi tonase, direspon cepat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lahat.

Sehingga, dari sejumlah peristiwa Lakalantas tersebut, dijadikan sebagai gambaran dan untuk menekan agar kejadian kejadian serupa tidak terulang lagi. Dishub Lahat menempatkan personil didua titik lokasi yang dinilai cukup rawan kecelakaan yakni, Simpang Masjid Al-Mutaqin dan Simpang Lembayung.

“Hanya dalam tempo dua Minggu sudah berapa banyak nyawa orang hilang. Penyebabnya apa, Lakalantas. Benar, siapa yang mau kecelakaan. Tapi, dengan kita menempatkan personil Dishub ini, agar bisa mencegah atau menekan supaya kejadian kejadian serupa tidak terulang, ” kata Kadishub Lahat, Drs H Deswan Irsyad MPdi, kemarin.

Padahal menurut Irsyad, sebelum kejadian Lakalantas yang bertubi tubi itu, jajarannya kerap kali memberitahukan kepada pengemudi angkutan, supaya tidak masuk dalam Kota.

“Jalan khusus bagi angkutan Truk dan Tronton bertonase besar sudah ada jalurnya. Namun, para sopir masih banyak yang membandel. Kami tidak bisa berbuat banyak, karena untuk dijalan raya bukan wewenang kita. Sehingga, dilapangan personil kita hanya bisa memberikan teguran saja terhadap sopir tersebut, ” ucapnya, saat diwawancarai wartawan usai rapat.

Nah, dijelaskannya, tujuan dengan penempatan personil di dua titik dimaksudkan, kendaraan Truk dan Tronton, tidak ada lagi melintas dalam Kota.

“Semua ini, kita lakukan untuk menekan angka kecelakaan dijalan raya. Alhasil, akhir akhir ini, aktor utamanya mobil Dump Truck dan Tronton. Akan tegas kita berlakuka, masih lewat kita akan paksa putar arah balik sesuai jalur yang tersedia,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas (Lalin), Muchlis SAg MM Msi menyampaikan, jajaran Dishub hanya bisa melakukan penindakan di terminal dan timbangan, sedangkan di jalan tidak ada wewenang mesti didampingi kepolisian.

“Contoh, adanya Truck melintas dan Parkir disembarangan kami tidak bisa berbuat banyak, karena, terbentur aturan serta tidak memiliki wewenang. Kami hanya bisa memberikan teguran saja, sebagaimana tugas kami, ” terang Muchlis.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, Sri Marhaeni Wulansih SH didampingi Ketua Komisi lll, Dedi Candera SE mengemukakan, setidaknya sudah ada empat lakalantas berada dalam kota, semuanya bersinggungan langsung dengan mobil Dump Truk.

“Yang jelas, aktor utamanya Truck dan Tronton yang bertonase besar agar tidak lagi masuk dalam Kota kedepannya.  Mungkin itulah salah satu solusinya, agar dapat menekan angkat kecelakaan yang memakan korban sangat tragis, ” jelasnya.

Bahkan, sambungnya, bila perlu diberlakukan waktu tertentu baik kendaraan melintas didalam Kota, atau memang dialihkan ke jalur khusus mereka. Artinya, agar tidak menganggu jam-jam sibuk.

“Maka dari itu, Dishub harus membuat aturan, sehingga mobil Dump Truck dan Tronton besar ada waktu waktu khusus, kapam mereka boleh melintas. Atau jalur mereka benar benar dialihkan. Agar harapannya kedepan peristiwa peristiwa mengerikan dapat ditekan,” urainya.(Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 3 =