Ribuan Guru Honor Diangkat Jadi TK2D

Samarinda, jurnalsumatra.com – Sebanyak 2.225 guru honor sekolah di wilayah Kabupaten Kutai Timur telah diangkat menjadi Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di Dinas Pendidikan setempat.

Ribuan guru tersebut diangkat menjadi tenaga kontrak sesuai dengan kebijakan Bupati Kutim, Ismunandar, setelah menyerap langsung jajak aspirasi para guru honorer saat melakukan kunjungan di sejumlah Kecamatan yang ada di Kutai Timur.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Roma Malau dihubungi dari Samarinda, Kamis, mengungkapkan ribuan guru yang diangkat menjadi TK2D ini, adalah para tenaga pendiddik di tingkat  TK, SD dan SMP.

“Selain itu kami juga mengangkat 900 lebih guru yang telah lama mengabdi, masih berstatus honor sekolah,” sebutnya.

Roma menjelaskan bahwa kebutuhan guru selalu dinamis, bahkan cenderung bertambah. Contohya di SMP Negeri 1 Sangatta Utara, yang dulu kelas 1 hanya 6 kelas, sekarang jadi 10 kelas, sehingga otomatis tenaga guru juga bertambah.

Oleh sebab itu lanjut Roma, pihaknya masih membutuhkan tambahan tenaga guru dengan standarisasi yang memadai.

“Strategi pengangkatan guru ini juga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik,” imbuhnya.

Roma menambahkan, bidang pendidikan di Kutim sudah semakin meningkat, termasuk peningkatan penghasilan guru.

Sebelumnya guru honor menerima Rp 400.000 dan insentif Rp 800.000 per bulan. Jadi, total penghasil  guru honor Rp 1,2 juta (untuk guru di zona satu seperti Sangatta Utara dan sekitarnya).

“Namun, dikepempimpinan Bupati H Ismunandar, gaji guru TK2D Rp 1,2 juta, ditambah insentif Rp 800.000 menjadi Rp 2 juta (guru di zona satu). Dari segi gaji/honor ini ada peningkatan yang cukup signifkan,” ucap Roma.

Disamping itu, guru-guru non formal seperti guru ngaji dan TPA, sebelumnya honor mereka hanya Rp 400 dan pada tahun 2017 ada penambahan menjadi Rp 550.000. Terakhir, tahun 2018 Rp menjadi Rp 750.000,” sebutnya.

Demi peningkatan kesejateraannya, Roma juga berharap ke depan insentif guru non formal dapat disamakan dengan insentif guru – guru formal lainnya, tentu ini disesuai dengan kemampuan keuangan Pemkab Kutim.(anjas)