Ribuan Massa Dipastikan Turun Kejalan

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Aksi turun kejalan ribuan masa terkait, menuntuk pembayaran hak para Kepala Desa (Kades) yang tergabung di Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD), terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, pada Selasa (19/12/2017) besok ternyata bukan isapan jempol belaka. Bahkan, aksi ini bisa dibilang menjadi catatan sejarah bagi Bumi Seganti Setungguan ini.

Demo yang digerakkan FKKD mennurunkan 360 Kades dari 24 Kecamatan se-Kabupaten Lahat. “Besok Selasa (19/12/2017) sekira pukul 08.00 WIB, kami akan kumpul didepan Gedung Juang, atau lapangan Ex MTQ Lahat, kita akan gelar aksi tersebut,” kata Ketua Harian FKKD Darmawansyah SH, saat dibinjangi jurnalsumatra.com, usai Mag’rib Senin (18/12/2017).

Dijelaskan Iwan, aksi itu bias dipastikan akan dilakukan. Karena, para Kades sudah enam bulan terakhir belum menerima gaji. Hal tersebut, jelas bertentangan UU Nomor 6 Tahun 2014. Ada empat poin yang bakal FKKD tuntut diantaranya, Siltap triwulan 3 dan 4, dana alokasi dasar 3 dan 4, dana bagi hasil pajak, dan yang terakhir, dan Pilkades 2017.

“Kami kumpul dilapangan Ex MTQ lahat. Lalu, sebelum menggelar aksi akan diadakan doa bersama, dilanjutkan, dengan berjalan kaki menuju halaman Pemda Lahat. Tekad ratusan Kades dari 24 Kecamatan se-Kabupaten Lahat, sudah bulat dan tidak ada tawan menawar lagi,” tambahnya.

Nah, menurut pria yang biasa disapa Iwan ini, setelah sampai dihalaman Pemda Lahat, FKKD akan melakukan orasi, guna menuntut hak semua Kepala Desa (Kades). “Dana yang belum dibayar oleh Pemda Lahat perkades diperkirakan 150 juta. Jadi total jendral 52 Milyar. Segala spanduk serta alat-alat untuk aksi besok sudah kita persiapkan, dan, masing-masing dapil dari 24 Kecamatan, kita mintak Kades membawak 10 orang anggota,” pungkasnya.

Sementara, Kepala DPMD Kabupaten Lahat, Fauzan Khhori dikonfirmasi membenarkan, aksi  Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) pada Selasa (19/12) besok akan digelar. “Benar dindo, menurut rencana ratusan kepala desa yang tergabung di FKKD ini, bakal menggelar aksi damai, guna mempertanyakan serta menuntut hak mereka yang sudah enam bulan terakhir belum dibayar Pemda Lahat,” tuturnya.

Dijelaskan mantan Kabag Humas Lahat ini, awalnya aksi yang ratusan Kades yang tergabung di FKKD sejak Bulan September 2017 lalu. Namun, tetap dari DPMD Lahat memberikan masukan, sehingga, aksi tersebut tidak dilakukan.

“Nah, kalau sudah masuk Bulan Desember 2017 ini, FKKD terus mempertanyakan kekami. Kapan hak mereka akan dibayar oleh Pemda Lahat. Kakak tetap arahkan untuk bersabar, dan kali ini mungkin sudah merasa kesal,” tambahnya.

Menurut Fauzan, berdasarkan surat yang masuk kedinas DPMD ratusan kepala desa (Kades) ini, akan melakukan aksi damai Selasa (19/12/2017) mendatang. Untuk titik kumpul mereka dilapangan MTQ, lalu, berjalan kaki sampai kehalaman Pemda Lahat.

“Kalau tidak salah, hak ratusan kades yang harus dibayar Pemda Lahat sekitar 52 Milyar dibagi 360 Desa se-Kabupaten Lahat ini. Kalau harapan, kami DPMD dan Pemda Lahat, agar aksi yang bakal dilakukan oleh ratusan Kades itu, jangan sampai terjadi dan saat ini kami masih mencarikan jalan solusinya,” pesan Fauzan.

Kapolres Lahat AKBP Robby Ari SIk melalui Kasat Intel AKP Roslan.SIk dikonfirmasi membenarkan, bahwasannya Polres Lahat sudah menerima surat pemberitahuan aksi ratusan kepala desa (Kades) yang tergabung di FKKD.

“Informasinya aksi mereka bakal dilakukan pada Selasa (19/12) mendatang. Titik kumpul ratusan Kades tersebut, dilapangan Ex MTQ Lahat, lalu, berjalan menuju ke-Pemda Lahat. Aksi besok kita harapkan agar dapat berjalan lancer silakan saja suarakan hak mereka, tapi jangan sampai mengarah untuk anarkis,” ungkap  (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − eighteen =