Ribuan Warga Lahat Saksikan Konser Jamrud

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Lapangan Eks MTQ Minggu (29/4/2018) malam sejak pukul 19.30 WIB, menjadi lautan manusia. Ribuan warga Lahat memadati Lapangan tersebut, guna menyaksikan konser Group Band Jambrud.

Kedatangan group band papan atas ke-Bumi Seganti Setungguan ini, mengusung tema 100 Kota 1 Bahasa. Selain itu, konser itu dilakukan bertujuan untuk menjadikan ajang silaturahmi Musisi.

Sederet musisi dijadwalkan bakal tampil di Soundsations 2018. Mereka adalah Group Band Jamrud siap menguncang Kota Lahat dalam konsernya di Lapangan eks MTQ Lahat. Ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru itu, sebelum menyaksikan konser Jambrud warga disugui dengan hiburan Pasar Malam Montana.

Grup band kawakan Indonesia, Jamrud ini, sebelum melantunkan lagu kesayangannya grup ini menyapa seluruh penggemarnya yang ada di Kota Lahat dalam konser bertajuk “Soundsation 100 Kota 1 Bahasa” yang digelar di Lapangan eks MTQ Lahat, Minggu (29/4/2018) malam.

Lebih dari 20 tahun berkarya di industri musik tanah air, ini adalah kali pertama kelompok musik beraliran “Hard Rock” itu siap menyapa para penggemarnya yang akrab disapa dengan Jammers, di Kota Lahat.

Bahkan, dalam konser tadi Malam tak kurang dari 18 tembang dari album Jamrud yang rilis antara tahun 1995 hingga 2004 dibawakan oleh Krisyanto dan kawan-kawan akan menjadikan hits ini mengantarkan serta menghibur ribuan para pengemarnya di Bumi Seganti Setungguan.

Menurut Ardy Chambers, creative entrepreneur dan pengamat musik mengatakan ada beberapa hal menarik yang selalu dinantikan saat Soundsations berlangsung. Salah satunya adalah animo penonton yang sulit ditemukan di festival musik lainnya.

“Mengamati perjalanan Soundsations dari tahun ke tahun, tentunya Soundsations tahun ini yang mengusung tema ‘100 Kota 1 Bahasa’ diadakan secara masif ke banyak kota dari Aceh hingga Papua. Inisiatif dari masing-masing kota untuk mengadakan Soundsations patut diapresiasi, ” ujarnya.

Ia menegaskan, setidaknya dan diharapkan puluhan musisi tanah air ini dapat berkolaborasi komunitas kreatif dengan berkarya dalam satu bahasa, yaitu menggerakan seni kreatif di bidangnya masing-masing dengan semangat kolektif.

“Semoga saja, bukan hanya grup band jambrud yang bisa mengusung tema tersebut. Para grup band-grup band yang ada di Tanah Air ini dapat melakukan seperti digelar Jambrud saat ini, ” pinta Ardy Chambers, Creative Entrepreneur dan Pengamat Musik tadi malam dibincangi wartawanjurnalsumatra.com. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − one =