Ricky Deri Polisikan Rekan Bisnis

Palembang, jurnalsumatra.com – Ricki Aldo selaku  Direktur dan Deri Nata Wisman selaku Komisaris PT Security Nusantara Indonesia Perkasa (SNIPER) akan melaporkan Sunardi sebagai Direktur Utama karena dinilai mengingkari perjanjian kerjasama.  Pasalnya perusahaan yang berdiri sejak 21 Maret 2017 sampai saat ini belum ada laporan tentang keuangan laba perusahaan termasuk pembagian laba.

PT Security Nusantara Indonesia Perkasa (SNIPER) pembagian sahamnya Sunardi Dirut memiliki saham 25%, Ricki Aldo Direktur memiliki saham 50% dan Deri Nata Wisman Komisaris memiliki saham 25%.

Deri Nata Wisman mengatakan,  kronologisnya adalah pihaknya mendirikan PT Security Nusantara Indonesia Perkasa (SNIPER) pada 2017. Namun dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun,  bisnis ini berjalan tidak sehat.  Karena tidak ada laporan keuangan dari Sunardi selaku Dirut.  “Seiring berjan waktu,  bisnis ini tidak sehatlah.  Uang yang masuk dan keluar,  tidak ada laporan pembukuan,” ujarnya.

Oleh sebab itu Nata akan melaporkan Sunardi ke Polda dengan laporan pasal penggelapan. “Kerugian kami sekitar Rp 3 miliar.  Kami ingin tahu pembukuan keuangan perusahaan, ” katanya

Nata menjelaskan,  sejak awal berdiri,  mitra dari PT Security Nusantara Indonesia Perkasa (SNIPER) sekitar 12 mitra, baik di Palembang maupun di Lahat dan sekitarnya.

“RUPS kita undang,  beliau tidak datang.  Bahkan sudah 3 kali kami ajak bertemu tapi tetap tidak mau datang,” ucapnya.

Nata mengungkapkan,  berdasarkan perjanjian bagi hasil keuntungan dilakukan setiap bulan.  Tapi Sunardi tidak memberikn bagi hasil perusahaan sejak awal berdiri sampai saat ini.  “Artinya Sunardi mengingkari perjanjian. Karena dari awal perusahaan berdiri tidak ada pembagian keuntungan. Kita akan melapor ke Polda secepatnya ke  bagian Binmas Polda ” katanya.

Hal senada diungkapkan Ricky Aldo yang memiliki saham 50 persen.  Ricky mengatakan,  sampai saat ini tidak ada keterbukaan dari Sunardi soal keuangan perusahaan. “Saya himbau Sunardi untuk membekukan perusahaan,” ucapnya.

Sementara itu pengacara Ricki Aldo  dan Deri Nata Wisman yakni Happy mengatakan,  PT Security Nusantara Indonesia Perkasa (SNIPER) bergerak di bidang jasa security.  “Klien saya Ricky dan Deri Nata tidak diibatkan di perusahaan.  Klien kami ingin PT Security Nusantara Indonesia Perkasa (SNIPER) dibekukan.  Kalau belum dibekukan,  kami akan melapor ke Polda.  Ini termasuk penggelapan.  Seluruh keuntungan perusahaan tidak dibagi sudah setahun lebih,” paparnya.

Sementara itu, Sunardi saat dikonfirmasi mengtakan,  tuduhan penggelapan itu tidak benar. “Ketemu langsung saja besok pagi jam 8. Iya boleh ketemu, ” pungkasnya.   (Yanti)

Leave a Reply