Ridwan Kamil Akan Bangun Pasar Cisarua Puncak

Cibinong, Bogor, jurnalsumatra.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diagendakan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Cisarua di kawasan Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8), sebagai wujud menunaikan janjinya pada masa kampanye lalu.

  “Besok Pak Ridwan Kamil akan datang ke Pasar Cisarua untuk meletakkan batu pertama tanda pembangunan ulang dimulai,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperdagin) Pemerintah Kabupaten Bogor Nuradi kepada Antara di Cibinong, Bogor, Rabu.

  Menurutnya, proyek yang didanai oleh Provinsi Jawa Barat itu harus rampung sebelum akhir Desember 2019, sesuai dokumen kontrak yang ditandatangani Disperdagin dengan kontraktor pelaksana.

  “Waktu 120 hari kalender atau empat bulanan cukup lah, bagi kontraktor pelaksana menuntaskan kewajibannya membangun Pasar Cisarua. Penentuan 120 hari itu sudah melalui perhitungan tim konsultan perencana,” ujarnya.

  Nuradi menjelaskan, ketika pasar tersebut terbangun, operasionalnya akan diserahkan pada PD Pasar Tohaga, sebagai BUMD yang diberikan amanat Perda mengelola semua pasar yang ada di Kabupaten Bogor.

  “Tugas Disperdagin hanya mencari kontraktor saja, melalui mekanisme lelang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ), karena sesuai aturan BUMD, termasuk PD. Pasar Tohaga, tak boleh menerima langsung bantuan keuangan untuk pembangunan dari APBD provinsi atau APBN,” ujarnya.

  Seperti diketahui, pembangunan ulang Pasar Cisarua merupakan penuntasan janji yang diucapkan Ridwan Kamil, ketika kampanye Pemilihan Gubernur Tahun 2018. Ketika itu Emil berjanji, saat terpilih jadi orang nomor satu di Pemprov Jawa Barat, Pasar Cisarua yang kondisi bangunannya tua akan direvitalisasi atau dibangun ulang.

  Namun, karena terbatasnya anggaran, bantuan yang dikucurkan pun hanya Rp10 miliar dari total kebutuhan Rp30 miliaran lebih.

  “Pasar Cisarua itu akan ada empat blok. Anggaran Tahun 2019 ini dialokasikan untuk membangun ulang satu blok dulu, tiga blok lagi akan diusulkan masuk APBD 2020 Provinsi Jawa Barat,” kata Nuradi.(anjas)