Romo Ewaldus Resmi Menjabat Sebagai Uskup Maumere

     Kupang, jurnalsumatra.com- Romo Ewaldus Martinus Sedu resmi menjabat sebagai Uskup Maumere di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menggantikan Monsinyur (Mgr) Gerulfus Kherubim Pareira, setelah ditahbiskan di hadapan umat Katolik di Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu.
“Hari ini Romo Ewaldus resmi menjabat sebagai Uskup Maumere setelah ditahbiskan, dan sudah resmi pula dipanggil Mgr Ewaldus Martinus Sedu,” kata Ketua Seksi Liturgi Panitia Pentahbisan Romo Ewaldus Sedu menjadi Uskup Maumere, Romo Fidelis Dua saat dihubungi dari Kupang, Rabu.
Acara pentahbisan dilakukan di Stadion Gelora Samador Maumere dan ditahbiskan langsung oleh Uskup Emeritus Maumere Gerulfus Kherubim Pareira.
Romo Fidelis mengaku, ribuan umat, baik umat Katolik dan umat beragama lainnya turut hadir menyaksikan acara pentahbisan itu.
Disamping itu juga para undangan, seperti perwakilan dari Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo, para uskup di seluruh NTT serta sejumlah uskup dari sejumlah provinsi serta ratusan biarawan-biarawati juga hadir dalam acara tersebut.
“Gubernur NTT Viktor B Laiskodat serta Gubernur NTT periode 2013-2018 Frans Lebu Raya juga hadir dalam acara besar ini,” kata dia.
Moto tahbisannya adalah “Duc in Altum” yang artinya Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam yang diambil dari injil Lukas pasal 5 ayat 4.

   Disamping itu juga acara misa pentahbisan yang dilakukan sore itu, kata Romo Fidelis, bertepatan dengan ulang tahun dari Uskup Emeritus.
“Hari ini Uskup Emeritus Kherubim berusia 77 tahun, tepat dua tahun setelah mengajukan pensiun,” lanjutnya.
Sebelumnya pada Juli 2018 lalu tepat pukul 18.00 waktu Indonesia, Paus Fransiskus di Vatikan mengangkat Romo Ewaldus Martinus Sedu menjadi Uskup Maumere.
Ewaldus adalah imam Keuskupan Maumere yang selama ini menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Maumere. Maumere merupakan Keuskupan Sufragan dari Keuskupan Agung Metropolit Ende.
Sementara itu terkait Uskup Emeritus, sebelumnya pada 21 Desember 1985, ia diangkat menjadi Uskup Weetebula berdasarkan keputusan penetapannya dari Tahta Suci Vatikan, Roma. Penahbisan berlangsung pada 25 April 1986.
Ia memilih moto episkopat, “Ut Omnes Unum Sint” (Yoh 17:21), yang berarti “Supaya mereka semua menjadi satu”. Hal ini lahir dari kenyataan masyarakat Sumba yang beraneka ragam, baik dari segi budaya maupun agama.
Usai menjabat sebagai Uskup Weetebula, ia kemudian terpilih menjadi Uskup Maumere pada tanggal 19 Januari 2008. Kepemimpinan Keuskupan Weetebula kemudian dilanjutkan oleh Mgr. Edmund Woga, C.Ss.R. yang diangkat menjadi Uskup Weetebula pada tanggal 4 April 2009.
Pada 27 September 2016, secara resmi Tahta Suci menerima pengunduran dirinya sebagai Uskup Maumere secara nunc pro tunc. Hal ini sebagai tanggapan atas surat pengunduran dirinya yang telah dikirimkan sejak Januari 2016 silam, dan mendapat jawaban pada awal September.
Pada 14 Juli 2018, Gerulfus resmi mengakhiri tugasnya sebagai Uskup Maumere dengan penunjukan Mgr Ewaldus Martinus Sedu sebagai penerusnya.(anjas)

Leave a Reply