Roti Pemicu Tindak Pidana

Palembang, jurnalsumatra.com – Terdakwa  ELISABET MANIHURUK ALS MAMA KARINA pada hari Rabu tanggal 05 Desember 2018 sekira jam 10.30 Wib bertempat di Jalan Jenderal  Sudirman Km 3,5  Palembang tepatnya Ruang tunggu  di dalam lokasi perguruan Methodist, telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban RIA BERLIANA MALAU, S.Pd, sidangnya baru dibuka (27/11/2019).

Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, bermula pada hari Jum’at tanggal (29/11/2019) dan waktu yang saksi korban tidak ingat lagi  saksi korban ketika menunggu jam pulang anak sekolah saksi korban membeli roti isi seharga Rp 15.000, dari penjual roti di sekolah tersebut, dan anak-anak pulang saksi korban juga ikut pulang dan tidak membawa roti yang dibeli di sekolah.

Sesampai di rumah saksi korban  baru teringat, karena yang duduk di sebelah saksi korban pada saat itu saksi  VERA SITUMEANG, lalu saksi korban menghubunginya melalui telp menanyakan apakah roti saksi korban tertinggal di sekolah ternyata saksi VERA SITUMEANG tidak melihat roti tersebut.

Selang beberapa menit saksi VERA SITUMEANG menghubungi saksi korban dan mengatakan bahwa roti milik saksi korban tertinggal di bangku keramik ditaruh di atas pohon Sekolah menurut informasi CECE TIAN/ MAMA TIAN dan Terdakwa, sembari Terdawa mengatakan “siapapun yang punya roti ini, aku bawa, nanti aku ganti uangnya“.

keesokan harinya pada tanggal (30/11/2019) pukul 07.30 Wib Korban bertemu dengan saksi CECE TIAN/MAMA TIAN, mengatakan bahwa roti milik saksi dimakan oleh Tersangka dan Korban tidak mempermasalahkannya, akan tetapi Korban mendapat isu terkait roti yang hilang bahwa Korban di olok-olok oleh ibu-ibu di sekolah dan direndahkan di depan orang banyak, bahwa Korban istri Polisi penakut, pengecut penghasilan dari mucung bebek dan menurut informasinya Terdakwa yang mnegatakannya. 

Bahwa tanggal 05/12/2018 sekira pukul 07.30 Wib  MARASI SIREGAR  yang sedang sakit berkata kepada orang tua siswa dan disitu ada saksi MAMA OCA ALS NORA PURBA ROTI HILANG, ROTI HILANG, atas ucapan tersebut saksi MAMA OCA ALS NORA PURBA kemungkinan disampaikannya kepada Terdakwa, tidak lama kemudian terdakwa kelaur dari mobil saksi NORA PURBA ALS MAMA OCA menuju arah tempat ibu-ibu  tepatnya kearah MARASI SIREGAR, karena saksi korban berada yang tidak jauh dari tempat tersebut dan mendengar ada ribut-ribut lalu saksi korban  mendekat, ketika mendekat terdakwa langsung menunjuk muka saksi korban sambil mengatakan ‘kau, kau, kau, dak katek yo aku ngabek roti kau, dasar kau muncung bebek, baseng bae kau nuduh aku ambek roti kau’ atas ucapan terdakwa saksi jawab KAU MERASA APO, KALU DAK MERASO, NGAPO NAK MARAH-MARAH YO SUDAH, hingga dilerai oleh orang tua siswa yang ada disitu.

Bahwa sekira pukul 10.30 Wib pada hari itu, ketika Korban sedang duduk di ruang tunggu tersebut MAMA TIAN ALS CECE TIAN dan Terdakwa masuk dan mendekati saksi korban yang pada saat itu saksi korban sedang ngobrol dengan saksi VERA SITUMEANG  MAMA TIAN  mengatakan bahwa roti kau terdakwa yang makan, belum sempat saksi korban mengklarifikasi omongan MAMA TIAN ALS CECE TIAN terdakwa langsung emosi marah dan melemparkan tasnya kearah tempat duduk  saksi VERA SITUMEANG sambil beringasan menyingsingkan kedua legan bajunya dan langsung mendorong saksi korban sampai terduduk, dan ketika saksi korban mau berdiri terdakwa kembali mendorong saksi korban yang kedua hingga terduduk kembali hingga punggung saksi korban terhempas disandaran kursi, dan kembali berdiri terdakwa langsung memukul dengan cara menampar pipi kanana sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kirinya.

Akibatnya Terdakwa diancam sebagaimana  yang termasuk dalam pidana Pasal 351 Ayat (1) atau Pasal 335 Ayat (1) KUHP acaman maksimalnya berdasar m.hukumonline.com 2 tahun 8 bulan. Majelis Hakim yang dipimpin Hotnar Simarmata mengungkapkan dalam sidang hampir malam (27/11/2019) bahwa perkara tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, Ia juga mengatakan “selama saya memimpin persidangan di sini (PN Kota Palembang) baru kali ini menjumpai perkara semacam ini,” PAILAHON (memalukan, red) ujarnya.(hen)